Jakarta – Dalam dunia kripto, istilah FUD (Fear, Uncertainty, Doubt) kerap muncul saat harga bergerak liar. Istilah ini merujuk pada penyebaran informasi atau rumor negatif yang mengguncang kepercayaan investor dan sering memicu aksi jual panik.
Dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (30/8/2025), sifat pasar kripto yang volatil, diperdagangkan 24 jam, dan sensitif terhadap sentimen membuatnya rawan terhadap FUD. Bahkan, satu cuitan dari tokoh terkenal bisa menjatuhkan harga aset miliaran dolar hanya dalam hitungan menit.
Awalnya, FUD dikenal sebagai strategi pemasaran untuk menjatuhkan pesaing. Namun dalam kripto, praktik ini berkembang menjadi alat manipulasi pasar. Penyebarannya bisa disengaja—seperti oleh penjual short, pesaing proyek, atau politisi—maupun tidak disengaja, misalnya dari influencer, pengguna media sosial, hingga media sensasional.
FUD biasanya hadir lewat rumor viral, berita regulasi yang dilebih-lebihkan, atau isu keamanan proyek. Dampaknya nyata: aksi jual massal, harga anjlok, dan investor kehilangan kepercayaan.
Salah satu contoh terkenal adalah larangan kripto berulang kali di Tiongkok, yang selalu memicu kepanikan pasar meski akhirnya harga kembali pulih.
Pakar menilai, memahami FUD penting agar investor tidak terjebak emosi. Kuncinya adalah tetap kritis, memverifikasi sumber informasi, dan tidak mengambil keputusan semata berdasarkan rasa takut.