Jakarta – Para analis menyoroti tiga altcoin yang dinilai memiliki prospek kuat di 2025, yakni Avalanche (AVAX), Solana (SOL), dan DeSoc (SOCS). Ketiganya dianggap menawarkan utilitas nyata, komunitas solid, serta dukungan pengembang yang kian meningkat, sehingga berpotensi memberi lebih dari sekadar hype.
AVAX saat ini diperdagangkan di USD 23,39 (sekitar Rp 357 ribu), turun 6,45% dalam 24 jam terakhir. Meski terkoreksi, kapitalisasi pasarnya mencapai USD 9,87 miliar dengan volume perdagangan USD 890,5 juta. Keunggulan AVAX ada pada arsitektur subnet yang fleksibel serta biaya gas rendah, menjadikannya tetap relevan di arena kontrak pintar.
Sementara itu, SOL yang kerap disebut “pembunuh Ethereum” tercatat di harga USD 184,52 (sekitar Rp 2,8 juta), turun 6,79% dalam 24 jam. Namun, kapitalisasi pasarnya masih besar, yakni USD 99,48 miliar, dengan volume perdagangan melonjak 14,1% menjadi USD 11,49 miliar. Transaksi cepat dan biaya rendah membuat Solana jadi pilihan utama untuk NFT, GameFi, dan DeFi.
Di sisi lain, DeSoc (SOCS) menghadirkan konsep Decentralized Social yang fokus pada identitas dan reputasi sosial di Web3. Meski masih tahap pra-penjualan, SOCS sudah mengumpulkan lebih dari USD 10 juta dalam sepekan. Token ini disebut-sebut bisa merevolusi sinkronisasi identitas lintas platform Web2 dan Web3, sekaligus membuka peluang monetisasi pengaruh digital.
Analis menilai, AVAX dan Solana tetap kokoh sebagai fondasi Web3, sementara DeSoc berpotensi menjadi altcoin dengan pertumbuhan eksplosif berkat fokusnya pada aspek sosial yang semakin penting di era digital.