Kripto terus menjadi perdebatan panas di dunia keuangan global. Sebagian pakar menyebutnya sebagai teknologi revolusioner yang akan membentuk masa depan sistem keuangan, sementara yang lain menilainya hanya sebagai “judi” yang mengancam prinsip pembangunan kekayaan tradisional.
Beberapa tokoh menonjol memiliki pandangan tegas:
- Kevin O’Leary, bintang Shark Tank, awalnya menyebut Bitcoin “sampah” namun kini mengalokasikan 20% portofolionya ke kripto. Ia menilai adopsi institusional telah memvalidasi kripto sebagai kelas aset sah.
- Anthony Pompliano, mantan analis Morgan Stanley, melihat Bitcoin sebagai masa depan uang dan penyimpan nilai yang pada akhirnya bisa menggantikan emas.
- Michael Saylor, CEO MicroStrategy, menjadikan perusahaannya sebagai proksi Bitcoin dengan membeli lebih dari 190.000 BTC. Ia menyebut Bitcoin sebagai “properti digital” yang lebih unggul dari emas, real estat, maupun obligasi.
Di sisi regulasi, Amerika Serikat yang sebelumnya dikenal keras terhadap kripto kini menunjukkan perubahan sikap. Menurut Kristin Smith, Presiden Solana Policy Institute, Washington kini semakin melihat kripto sebagai bagian dari ekosistem keuangan masa depan, bukan lagi ancaman.
Pendekatan hukum berbasis undang-undang sekuritas yang dulu menciptakan kebingungan mulai ditinggalkan, sehingga industri kripto di AS mendapat sinyal lebih positif untuk berkembang.