Selama bertahun-tahun, sistem keuangan modern sering dipandang hanya mengejar pertumbuhan angka, laba, dan efisiensi, tanpa benar-benar memikirkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Di tengah krisis iklim, ketimpangan sosial, dan eksploitasi sumber daya alam, muncul satu pendekatan baru yang mencoba mengubah arah tersebut, yaitu Regenerative Finance atau yang lebih dikenal dengan ReFi.
ReFi bukan sekadar tren dalam ekosistem blockchain, melainkan sebuah upaya untuk mendefinisikan ulang peran keuangan.
Jika keuangan konvensional fokus pada akumulasi nilai, ReFi justru bertanya lebih jauh: nilai untuk siapa, dengan biaya apa, dan apakah sistem ini mampu memulihkan, bukan merusak.
Apa Itu Regenerative Finance (ReFi)
Regenerative Finance adalah pendekatan keuangan yang dirancang untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan ekonomi secara bersamaan.
Berbeda dengan konsep “sustainable” yang sering kali hanya berusaha mengurangi dampak negatif, ReFi melangkah lebih jauh dengan tujuan meregenerasi atau memulihkan sistem yang sudah rusak.
Dalam konteks blockchain, ReFi memanfaatkan teknologi terdesentralisasi untuk mendukung proyek-proyek yang berorientasi pada keberlanjutan, seperti restorasi ekosistem, energi terbarukan, pertanian regeneratif, hingga ekonomi karbon.
Transparansi, keterlacakan, dan otomatisasi yang ditawarkan blockchain menjadi fondasi penting agar dampak nyata bisa diukur dan diverifikasi.