Harga Bitcoin (BTC) membuka awal tahun dengan sinyal teknikal yang mengundang kewaspadaan.
Pola bear flag muncul di grafik harian, memicu kekhawatiran bahwa reli pemulihan yang terjadi belakangan ini bisa berakhir dengan koreksi lanjutan.
Sejumlah analis menilai, struktur pergerakan harga Bitcoin saat ini belum menunjukkan momentum naik yang kuat.
Sebaliknya, indikator teknikal justru mengarah pada potensi tekanan jual yang masih berlanjut.
Pola Bear Flag Muncul di Chart Harian Bitcoin
Berdasarkan analisis yang dibagikan Cointelegraph, grafik harian Bitcoin menunjukkan pola bear flag, yakni fase kenaikan terbatas yang muncul setelah penurunan tajam. Pola ini kerap dianggap sebagai jeda sementara sebelum harga kembali melanjutkan tren turun.
Setelah sempat menyentuh area bawah di kisaran US$80.000, Bitcoin memang mencoba melakukan pemulihan.
Namun, pergerakannya cenderung tertahan dalam kanal naik yang sempit dan tidak disertai lonjakan volume yang signifikan.
Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa kenaikan ini lebih bersifat relief bounce, bukan awal tren bullish baru.
Target Koreksi US$76.000 hingga Skenario Lebih Dalam
Trader Roman, yang menjadi salah satu sumber dalam laporan tersebut, menyebut bahwa kombinasi bearish divergence pada indikator RSI dan MACD, serta lemahnya momentum harga, membuka peluang koreksi lanjutan.
Menurut analisisnya, area US$76.000 menjadi target penurunan berikutnya jika pola bear flag ini terkonfirmasi. Bahkan, dalam skenario ekstrem, Roman menilai harga Bitcoin berpotensi kembali menguji level yang jauh lebih rendah di sekitar US$50.000, apabila fase bull market dianggap telah berakhir.
Ia menegaskan bahwa faktor makro yang selama ini mendorong pasar saham, termasuk penurunan suku bunga, belum memberikan dampak berarti bagi pergerakan harga kripto.
Kenaikan Bitcoin yang sangat besar sejak titik terendah 2022 dinilai telah membuat katalis makro kehilangan daya dorongnya.
Masih Ada Harapan dari Zona Support Penting
Meski sentimen jangka pendek cenderung bearish, tidak semua analis sepakat bahwa tekanan jual akan langsung berlanjut.
Trader lain, Luca, menyoroti posisi harga Bitcoin yang masih bertahan di atas bull market support band, zona teknikal yang terbentuk dari rata-rata pergerakan SMA 21 dan EMA 20. Area ini kerap menjadi penopang harga selama fase koreksi dalam tren naik yang lebih besar.
Bitcoin tercatat berupaya menutup candle harian di atas support tersebut selama beberapa hari berturut-turut.
Jika area ini mampu dipertahankan, sebagian pelaku pasar menilai peluang pemulihan jangka menengah masih terbuka.
Namun demikian, kegagalan bertahan di atas zona ini berpotensi memperkuat skenario koreksi yang lebih dalam.