CEO Abra, Bill Barhydt, menilai arah kebijakan moneter Amerika Serikat akan memainkan peran penting terhadap pergerakan Bitcoin (BTC) pada 2026.
Fokus utamanya bukan pada spekulasi jangka pendek, melainkan pada potensi peningkatan likuiditas global seiring perubahan sikap Federal Reserve (The Fed).
Berbicara di Schwab Network, Barhydt menyebut bank sentral AS mulai menunjukkan sinyal pelonggaran kebijakan setelah periode panjang kondisi keuangan ketat.
Menurutnya, perubahan ini dapat menggeser kembali minat investor ke aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Barhydt menyoroti langkah The Fed yang mulai mendukung pasar obligasi pemerintah.
Ia menggambarkan kondisi saat ini sebagai “quantitative easing light”, di mana bank sentral belum sepenuhnya masuk ke fase pelonggaran agresif, namun sudah menunjukkan dukungan terhadap permintaan surat utang negara.
Menurutnya, kombinasi antara penurunan suku bunga dan berkurangnya minat terhadap obligasi pemerintah berpotensi menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi aset alternatif.