Ripple dijadwalkan bakal unlock escrow sekitar US$ 1 miliar dalam bentuk XRP pada awal Januari. Ini menandai pelepasan pasokan pertama di tahun 2026. Meski bersifat rutin dan telah lama dijadwalkan, peristiwan ini tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar kripto karena bertepatan dengan kondisi likuiditas yang relatif tipis dan sentimen kripto yang masih rapuh.
Mekanisme escrow XRP diperkenalkan pada 2017 sebagai upaya menciptakan transparansi dan kepastian pasokan. Setiap bulan, hingga US$ 1 miliar XRP dilepas dari kontrak terkunci waktu. Namun dalam praktiknya, Ripple hanya menggunakan sebagian kecil dari jumlah tersebut untuk kebutuhan operasional, pengembangan ekosistem dan penyediaan likuiditas, sementara sisanya kembali dikunci ke escrow dengan jadwal baru.
Secara historis, sekitar 60 persen hingga 80 persen dari setiap unlock, atau sekitar 600 juta hingga 800 juta XRP dikunci ulang. Dengan pola ini, hanya sekitar 200 juta hingga 400 juta XRP yang benar-benar berpotensi menambah pasokan di luar escrow. Konsekuensinya, angka pelepasan nominal sering kali terllihat besar di atas kertas, namun dampak riilnya terhadap suplai beredar jauh lebih terbatas.
Karena sebagian besar token kembali dikunci, pergerakan harga XRP dalam merespons pelepasan escrow sebelumnya cenderung terbatas. Pasar umumnya telah mengantisipasi jadwal ini, sehingga kejutan pasokan jarang terjadi. Namun, pelepasan pertama di awal tahun tetap berpotensi memengaruhi sentimen jangka pendek, terutama ketika volume perdagangan rendah atau ketidakpastian pasar meningkat.
Menjelang unlock escrow ini, XRP masih bergerak dalam tekanan. Pada waktu publikasi, token tersebut diperdagangkan di kisaran US$ 1,87, naik tipis hampir 0,4 persen dalam 24 jam terakhir dan sekitar 1 persen dalam sepekan.
Harga XRP saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan utama. Token tersebut masih tertahan di bawah simple moving average (SMA) 50 hari di kisaran US$ 2,07 dan SMA 200 hari di kisaran US$ 2,49. Posisi di bawah kedua indikator jangka pendek dan panjang ini mengindikasikan bahwa tekanan turun masih mendominasi, selama harga belum mampu merebut kembali area resisten tersebut.
Selain itu, indikator momentum juga mencerminkan kondisi serupa. Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di sekitar 42,7, masih dalam zona netral namun di bawah ambang 50.