Pendiri BitMEX, Arthur Hayes terpantau mengalihkan sebagian kepemilikan Ethereum (ETH) ke empat token DeFi, menandai perubahan strategi investasinya di tengah kondisi pasar yang masih tertekan.
Data on-chain menunjukkan Hayes mengalokasikan lebih dari US$3,4 juta ke sejumlah protokol DeFi, sekaligus mengurangi eksposur langsung terhadap ETH. Langkah ini mencerminkan rotasi aset yang terukur, bukan transaksi jangka pendek.
Dari seluruh alokasi, PENDLE menjadi token dengan porsi terbesar. Protokol ini dikenal sebagai platform tokenisasi yield dan tercatat tetap menghasilkan pendapatan meski harga token DeFi secara umum masih berada jauh di bawah level tertinggi sebelumnya.
Sepanjang 2025, Pendle mencatat pendapatan kuartalan yang relatif konsisten, dengan revenue tertinggi mencapai US$16,17 juta pada kuartal ketiga, sementara kuartal lainnya tetap mencatat arus kas positif.
Data ini memperkuat narasi bahwa sebagian sektor DeFi masih mampu bertahan lewat model bisnis berbasis pendapatan nyata.
Akumulasi Saat Harga Rendah, Bukan Aksi Reaktif
Hayes diketahui melakukan pembelian saat harga token-token DeFi masih berada di level rendah. Pola ini menunjukkan strategi akumulasi berbasis fundamental, bukan reaksi terhadap volatilitas jangka pendek.
Meski begitu, langkah ini tetap mengandung risiko. Lebih dari 60% alokasi Hayes terkonsentrasi di sektor DeFi, yang masih menghadapi tantangan regulasi, persaingan ketat, serta ketergantungan pada adopsi pasar.
Namun, dengan fokus pada protokol yang memiliki pendapatan, pangsa pasar, dan potensi adopsi institusional, Hayes tampak memosisikan portofolionya untuk menghadapi kemungkinan pemulihan sektor DeFi pada 2026.