Memasuki Januari 2026, pasar kripto belum menunjukkan tanda pemulihan. Bitcoin masih bergerak di bawah $90.000.
Sementara kapitalisasi pasar kripto turun ke di bawah $3 triliun, mematahkan harapan bahwa “Januari Effect” yang biasanya adalah bulan bull untuk kripto.
Secara historis, pergerakan Bitcoin kerap menentukan arah pasar. Ketika Bitcoin tertahan, altcoin cenderung ikut melemah, sehingga optimisme awal tahun kali ini terlihat rapuh.
Dari sisi teknikal, grafik mingguan Bitcoin membentuk rising wedge yang telah ditembus ke bawah, lalu berkembang menjadi bearish pennant. Pola ini biasanya menandakan kelanjutan tren turun, bukan pembalikan cepat.
Bitcoin juga bergerak di bawah EMA 50-minggu dan indikator Supertrend, sinyal bahwa tekanan jual masih dominan.
Kondisi serupa terakhir terjadi pada Desember 2021, sebelum harga mengalami penurunan tajam pada tahun berikutnya, dengan area $74.000 kini menjadi level yang banyak dipantau.
Tekanan tidak hanya datang dari Bitcoin. Kapitalisasi pasar altcoin (di luar Ethereum dan stablecoin) membentuk pola double top di sekitar $913,54 miliar, dengan neckline $450 miliar, hampir 20% di bawah level saat ini.
Indikator pendukung memperkuat sinyal ini. RSI dan MACD altcoin terus melemah, sementara pasar berada di zona Fear menurut Crypto Fear & Greed Index.
Di sisi derivatif, open interest futures turun ke $128 miliar dari puncak $255 miliar, menandakan minat spekulatif menyusut.
Tekanan juga terlihat dari arus dana produk ETF kripto yang melemah. Dalam dua bulan terakhir, produk ETF Bitcoin mencatat arus keluar lebih dari $4,4 miliar, mengurangi dorongan permintaan jangka pendek.