Pasar global menutup tahun 2025 dengan kenaikan yang signifikan pada saham dan logam mulia, sementara kripto tertinggal. Perak naik 160% dan emas naik 66%. Indeks saham utama memberikan imbal hasil yang solid, termasuk Nikkei dan Hang Seng sebesar 29%, DAX 24%, FTSE 22%, Nasdaq 21%, dan S&P 500 17%. Sementara itu, Bitcoin mengakhiri tahun dengan penurunan sekitar 5%, meskipun ada arus masuk institusional dan aktivitas ETF.
Lembaga-lembaga besar sudah memprediksi tren pasar tahun 2026. Survei Wall Street memproyeksikan S&P 500 antara 7.100 dan 8.100. Analis mencatat optimisme untuk ekuitas sudah tercermin dalam harga pasar secara luas. Ekspektasi terhadap kripto sangat berbeda.
Standard Chartered menargetkan $150.000 untuk Bitcoin, JPMorgan $170.000, dan Citi memiliki skenario dasar $143.000, dengan skenario optimis mendekati $189.000. Perkiraan Ethereum oleh Tom Lee menunjukkan $7.000–$9.000 pada awal 2026. Cathie Wood dari ARK Invest memprediksi Bitcoin $500.000 dalam jangka panjang jika adopsi institusional meningkat.
Ekonomi AS melambat pada tahun 2025 tetapi menghindari resesi, dengan pertumbuhan PDB mendekati 4,3% pada akhir tahun. Inflasi turun menjadi sekitar 2,7%, dengan indikator real-time terkadang turun di bawah 2%. Tingkat pengangguran naik dari 4,1% menjadi 4,6%, yang mendorong Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Secara global, likuiditas meningkat seiring dengan diberlakukannya dukungan moneter dan fiskal oleh China, Jepang, India, dan AS. Meningkatnya likuiditas biasanya mendorong kenaikan aset berisiko, sementara aset yang berkinerja buruk, termasuk kripto, mungkin akan mengalami penyesuaian harga dengan cepat.