
Goldman Sachs menilai regulasi yang lebih jelas dan kasus penggunaan kripto di luar perdagangan bakal mendorong adopsi aset digital oleh institusi. Laporan terbaru bank Wall Street ini menyoroti pentingnya kepastian hukum bagi perusahaan keuangan untuk berinvestasi tanpa terlalu terpapar fluktuasi pasar.
Analis Goldman, James Yaro, menyebut rancangan undang-undang yang kini dibahas di Kongres AS bisa menjadi katalis besar, terutama untuk proyek tokenisasi dan DeFi, serta memperjelas peran SEC dan CFTC. Langkah ini dipandang krusial sebelum pemilihan paruh waktu AS akhir 2026.
Survei internal Goldman menunjukkan 35% lembaga melihat ketidakpastian regulasi sebagai hambatan utama, sementara 32% menilai kejelasan aturan sebagai pendorong. Saat ini, manajer aset institusional baru mengalokasikan sekitar 7% portofolio ke kripto, tapi 71% berencana menambah eksposur dalam 12 bulan ke depan, membuka ruang pertumbuhan besar.