Pada jaringan blockchain, adakalanya muncul situasi ketika dua blok atau bahkan dua rantai yang sama-sama valid terbentuk pada waktu hampir bersamaan.
Kondisi itu memunculkan persoalan mendasar, yaitu bagaimana jaringan menentukan blok mana yang harus diterima sebagai catatan resmi.
Dari sini terlihat bahwa konsensus tidak selalu sekadar ditentukan oleh siapa yang paling kuat secara komputasi atau siapa yang memiliki stake paling besar karena ada pendekatan lain dalam menilai dan menyepakati kebenaran di dalam jaringan.
Proof–of–Perfect (PoP) adalah pendekatan konsensus yang menitikberatkan pada proses evaluasi terhadap beberapa blok atau rantai yang sama-sama valid.
Alih-alih mengandalkan kekuatan komputasi atau besarnya stake, PoP menilai setiap opsi berdasarkan kriteria yang dianggap penting oleh jaringan untuk menentukan hasil yang paling sesuai dengan tujuannya.
Tujuan utama Proof–of–Perfect adalah memilih blok terbaik berdasarkan keselarasan dengan arah dan kebutuhan jaringan, bukan semata siapa yang paling kuat atau paling besar kontribusinya secara finansial.
Dengan cara ini, konsensus dipahami sebagai proses penilaian kualitas, bukan sekadar hasil kompetisi sumber daya.
Perlu ditegaskan bahwa Proof–of–Perfect masih berada pada tahap konseptual sebagai desain konsensus.
Ia berfungsi sebagai kerangka pemikiran tentang bagaimana keputusan bisa diambil secara lebih fleksibel dan kontekstual, bukan sebagai mekanisme konsensus arus utama yang telah diadopsi luas.