Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan sempat menembus area US$93.000 di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap isu geopolitik Venezuela dan dinamika pasar kripto global.
Kenaikan ini tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh kombinasi sentimen pasar, isu geopolitik yang berkembang, serta penguatan teknikal jangka pendek.
Berikut tiga faktor utama yang mendorong pergerakan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir.
1. Pasar Kripto Mengalami Reset Posisi di Awal Tahun
Salah satu pemicu utama kenaikan harga Bitcoin datang dari sisi positioning trader. Laporan Matrixport menyebutkan bahwa pasar kripto memasuki fase “clean slate” di awal tahun, di mana banyak trader menutup posisi lama dan mengurangi eksposur leverage.
Sejak puncak pasar derivatif pada Oktober lalu, lebih dari US$30 miliar posisi leverage Bitcoin dan Ethereum (ETH) telah terurai. Kondisi ini membuat struktur pasar menjadi lebih sehat, dengan tekanan spekulatif yang jauh berkurang.
Di tengah minimnya trader ragu-ragu yang masih menunggu arah pasar, pergerakan harga kini lebih banyak dipengaruhi oleh aksi beli berbasis momentum.
Situasi ini memberi ruang bagi Bitcoin untuk bergerak naik secara lebih alami tanpa tekanan jual besar dari posisi overleverage.
2. Isu Cadangan Bitcoin Venezuela Jadi Sentimen Tambahan
Isu geopolitik Venezuela turut menjadi perhatian pelaku pasar. Sejumlah klaim intelijen menyebut Venezuela diduga menguasai cadangan Bitcoin tidak resmi hingga sekitar 600.000 BTC, yang diperoleh melalui transaksi minyak, emas, dan penggunaan USDT untuk menghindari sanksi internasional.
Seiring memanasnya isu operasi Amerika Serikat di Venezuela, pasar mulai berspekulasi mengenai potensi pengamanan atau pembekuan aset digital tersebut. Jika benar terjadi, langkah ini berpotensi mengurangi suplai Bitcoin yang beredar di pasar.
Bagi pasar kripto, narasi penguncian pasokan selalu dipandang sebagai sentimen positif, meskipun hingga kini klaim tersebut masih bersifat spekulatif dan belum dikonfirmasi secara resmi. Meski begitu, sentimen ini cukup untuk memicu respons pasar dalam jangka pendek.
3. Sinyal Teknikal Menguat, Minat Trader Kembali Naik
Dari sisi teknikal, Bitcoin menunjukkan sinyal pemulihan yang cukup solid. Harga berhasil kembali berada di atas rata-rata pergerakan 50 hari untuk pertama kalinya sejak Oktober, sekaligus menembus level 200 MA dan 200 EMA pada grafik empat jam.
Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Bitcoin tercatat naik lebih dari 40%, mencerminkan meningkatnya minat trader dan pelaku pasar. Harga bergerak di rentang US$90.877 hingga US$93.204 sebelum kembali stabil di area US$92.000-an.
Sejumlah analis menilai berkurangnya tekanan jual menjadi faktor kunci di balik rebound ini. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area teknikal penting, sentimen jangka pendek hingga menengah cenderung tetap konstruktif.