Pasar crypto memasuki pekan awal tahun dengan sejumlah sentimen besar yang berpotensi mengubah arah pergerakan harga. Data ekonomi Amerika Serikat hingga eskalasi geopolitik di Venezuela menjadi kombinasi faktor yang membuat investor kembali bersikap hati-hati, meski reli harga masih bertahan.
Di tengah kalender ekonomi AS yang mulai padat dan perkembangan geopolitik yang cepat, volatilitas kembali menjadi tema utama pasar.
Data Tenaga Kerja & Data Ekonomi AS yang Jadi Ujian Awal Tahun
Fokus utama pasar minggu ini tertuju pada data tenaga kerja Amerika Serikat. Sejumlah rilis penting dijadwalkan, mulai dari ISM Manufacturing PMI, ADP Nonfarm Employment, hingga laporan JOLTS Job Openings dan Jobs Report.
Data ini krusial karena The Federal Reserve (The Fed) telah memangkas suku bunga tiga kali sepanjang tahun lalu, dipicu oleh pelemahan pasar tenaga kerja. Setiap indikasi lanjutan soal kondisi ketenagakerjaan akan memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter berikutnya.
Bagi pasar crypto, arah kebijakan suku bunga masih menjadi penentu utama arus likuiditas dan selera risiko investor.
Ketegangan Geopolitik di Venezuela Mengguncang Pasar Global
Sentimen global memanas setelah Amerika Serikat melakukan operasi militer di Venezuela pada akhir pekan.
Presiden Nicolás Maduro dan istrinya dilaporkan ditangkap, sementara ledakan terjadi di Caracas dan wilayah sekitarnya.
Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa negaranya akan mengambil alih industri minyak Venezuela. Pernyataan ini langsung berdampak ke pasar energi, dengan harga minyak mengalami penurunan.
Meski kripto tidak bereaksi ekstrem sejauh ini, eskalasi geopolitik semacam ini berpotensi memicu pergerakan tajam lintas aset jika situasi berkembang lebih jauh.
Pasar Crypto Tunjukkan Ketahanan Awal Tahun
Melansir dari Cryptopotato, di tengah tekanan makro dan geopolitik, pasar crypto justru mencatat kenaikan moderat.
Kapitalisasi pasar global naik hampir dua persen menjadi sekitar US$3,25 triliun, level tertinggi sejak awal Desember.
Bitcoin (BTC) sempat melesat di atas US$93.000 pada sesi Asia sebelum terkoreksi tipis.
Ethereum (ETH) juga mencatat penguatan dengan sempat menembus area US$3.200, diikuti sejumlah altcoin utama seperti XRP, Dogecoin (DOGE), dan Chainlink (LINK).
Pergerakan ini mencerminkan bahwa sebagian investor masih melihat kripto sebagai aset yang relatif tahan terhadap guncangan jangka pendek, setidaknya di awal tahun.
Volatilitas Masih Jadi Tema Utama Pekan Ini
Meski harga bergerak positif, pelaku pasar belum sepenuhnya keluar dari mode waspada. Ketidakpastian arah data ekonomi dan perkembangan geopolitik membuat volatilitas diperkirakan tetap tinggi.
Seperti dikomentari Kobeissi Letter, kondisi makro global yang cepat berubah membuat pergerakan tajam menjadi hal yang semakin normal di pasar saat ini.
Situasi ini menuntut investor untuk lebih selektif dalam membaca sentimen, bukan hanya mengikuti euforia harga.