Upgrade Fusaka yang aktif sejak 3 Desember mulai menunjukkan dampak nyata pada jaringan Ethereum.
Data terbaru mencatat jumlah holder baru melonjak sekitar 110%, menandai percepatan adopsi di saat pasar bersiap menuju 2026.
Lonjakan ini terjadi seiring fokus Fusaka pada peningkatan skalabilitas dan penurunan biaya Layer 2, dua isu yang lama menjadi hambatan penggunaan. Efeknya, partisipasi jaringan meningkat dan likuiditas cenderung lebih dalam.
Lonjakan Alamat Baru Dorong Adopsi
Dalam tiga minggu terakhir, Ethereum menambahkan sekitar 292.000 alamat baru per hari.
Metode ini menghitung dompet yang berinteraksi dengan ETH untuk pertama kali, sehingga mencerminkan arus pengguna baru yang masuk.
Kenaikan alamat baru sering menjadi indikator awal permintaan transaksi. Walau tidak semua alamat mewakili investor jangka panjang, skala pertumbuhan ini biasanya menopang ketahanan harga saat volatilitas meningkat.
Dinamika Holder Menengah dan Risiko Distribusi
Indikator HODL Waves menunjukkan pertumbuhan holder jangka menengah (3 – 6 bulan), mayoritas masuk pada Juli – Oktober 2025.
Sebagian berada di posisi rugi, sehingga cenderung menahan alih-alih menjual, yang sementara menekan suplai jual.
Namun, saat harga mendekati titik impas kelompok ini, risiko distribusi meningkat. Artinya, kenaikan berkelanjutan membutuhkan arus beli baru untuk menyerap potensi ambil untung.
Harga ETH Dekati Momen Teknis Penting
Secara teknikal, harga Ethereum bergerak di upper boundary descending wedge yang terbentuk sejak awal November, dengan harga sekitar $3.141.
Struktur ini menandakan momentum terkompresi yang sering berujung pada ekspansi arah.
Target teoretis wedge berada di kisaran $4.061 (±29,5%), meski skenario yang lebih realistis adalah breakout di atas $3.287 dan uji $3.447.
Gagal breakout berisiko membawa ETH kembali di bawah $3.000, dengan $2.902 sebagai area dukungan kunci.