Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Ripple Menjelaskan Strategi Merger dan Akuisisi, Mengesampingkan Kesepakatan Bursa Efek

Posted on January 8, 2026

Presiden Ripple, Monica Long, menjelaskan strategi akuisisi dan pertumbuhan perusahaan selama wawancara di Bloomberg Crypto. Berbicara tentang kesepakatan terkini dan masa depan, Long menjelaskan bagaimana Ripple berencana untuk memperluas infrastruktur aset digitalnya. Diskusi tersebut mencakup integrasi vertikal, akuisisi yang ditargetkan, dan keputusan Ripple untuk tidak mengejar kepemilikan bursa kripto.

Menurut Monica Long, strategi akuisisi Ripple berpusat pada pembangunan tumpukan teknologi kripto yang lengkap. Dia mengatakan perusahaan tersebut fokus pada penggabungan teknologi blockchain, stablecoin, dan layanan penyimpanan aset digital di bawah satu infrastruktur. Yang penting, Ripple memperkuat kemampuan penyimpanan aset digitalnya melalui Palisade, yang menyediakan penyimpanan aset digital berbasis MPC.

Pada saat yang sama, Ripple telah memperluas penawaran stablecoin-nya dengan RLUSD . Long menjelaskan bahwa penambahan ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan di seluruh infrastruktur inti Ripple. Akibatnya, Ripple berupaya untuk mengintegrasikan lebih erat antara jaringan blockchain, sistem penyimpanan, dan alat pembayaran on-chain.

Pendekatan ini mencerminkan tren yang lebih luas di seluruh industri kripto. Long mencatat bahwa beberapa perusahaan besar sekarang mengejar integrasi full-stack untuk mendukung kasus penggunaan perusahaan secara lebih efisien.

Selain infrastruktur, Ripple telah mengakuisisi bisnis yang sudah melayani pengguna korporat. Long menyebut GTreasury sebagai contoh utama. Dia mengatakan GTreasury mendukung lebih dari 1.000 klien korporat yang menggunakan stablecoin untuk pembayaran. Ripple berencana untuk menghubungkan pelanggan tersebut secara langsung ke infrastruktur blockchain-nya.

Selain itu, Long membahas Ripple Prime, yang melayani ratusan hedge fund. Dia mengatakan Ripple menerapkan blockchain dan stablecoin untuk meningkatkan mobilitas jaminan bagi perusahaan-perusahaan tersebut. Melalui akuisisi ini, Ripple bertujuan untuk menanamkan teknologinya dalam operasi keuangan yang sudah ada.

Long menekankan bahwa bisnis-bisnis ini bertindak sebagai pengguna infrastruktur Ripple. Strategi ini memungkinkan Ripple untuk memperluas penggunaan sekaligus meningkatkan skala teknologinya.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Venezuela Dikabarkan Simpan Cadangan Bitcoin Rp1.005 Triliun
  • OKX Rilis Proof of Reserves Desember 2025, Pertahankan Rasio Cadangan di Atas 100 Persen
  • Terungkap! Investor Kripto Indonesia Didominasi Gen Z
  • 5 Kripto Paling Banyak Dimiliki Investor Indonesia di 2025
  • Mengapa Harga Meme Coin PEPE Bisa Melonjak hingga 65%?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme