Harga Bitcoin kembali tertekan setelah gagal bertahan di area $94.000 dan turun ke bawah $91.000 pada 7 Januari 2026.
Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap unwinding yen carry trade.
Kondisi tersebut membuat Bitcoin berada di titik krusial, karena korelasinya dengan Yen Jepang tercatat menyentuh level tertinggi dalam beberapa periode terakhir.
Tekanan utama datang dari perubahan kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang menaikkan suku bunga hingga 0,75% pada Desember 2025.
Kenaikan ini membuat pinjaman berbasis Yen tidak lagi menarik, sehingga investor mulai menutup posisi berisiko.
Akibatnya, likuiditas mengalir keluar dari aset kripto untuk melunasi pinjaman Yen, memicu tekanan jual jangka pendek di Bitcoin dan altcoin.
Data menunjukkan arus keluar kas sebesar $243 juta dari ETF spot Bitcoin AS, menegaskan adanya pengetatan likuiditas.
Dalam konteks sederhana, ketika biaya meminjam Yen naik, investor cenderung menarik dana dari aset berisiko seperti kripto untuk menyeimbangkan posisi keuangan mereka.