Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Trump Ancam Lakukan Aksi Militer ke Kolombia, Apa Dampaknya ke Pasar Kripto?

Posted on January 8, 2026

Pasar kripto berada dalam mode waspada setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan kemungkinan aksi militer terhadap Kolombia. 

Pernyataan ini muncul tak lama setelah operasi militer AS di Venezuela, sehingga meningkatkan perhatian pelaku pasar terhadap risiko geopolitik kawasan.

Meski bernada keras, reaksi awal aset kripto relatif terbatas. Pergerakan harga utama tidak menunjukkan lonjakan panik, menandakan pasar menilai ancaman ini belum berdampak langsung pada likuiditas global.

Pernyataan Trump Picu Ketegangan Regional

Ketegangan meningkat ketika Trump, berbicara kepada wartawan di Air Force One, menyebut opsi aksi militer terhadap pemerintah Kolombia “terdengar bagus”. 

Ia mengkritik Kolombia terkait penyelundupan kokain ke AS dan menyiratkan ketidakstabilan politik di pemerintahan saat ini.

Pernyataan itu mengait pada rangkaian isu kawasan, termasuk perkembangan di Venezuela dan sorotan AS terhadap Kolombia dan Meksiko dalam konteks narkotika. 

Di sisi lain, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum membantah keterlibatan langsung AS dalam operasi terhadap kartel, memicu respons lanjutan dari Trump bahwa “sesuatu harus dilakukan”.

Mengapa Geopolitik Penting bagi Kripto?

Dilansir dari CoinGape, secara historis, ketegangan geopolitik memicu volatilitas jangka pendek pada aset berisiko seperti kripto. 

Namun, sensitivitas kripto kali ini terlihat lebih rendah, serupa dengan respons pasar saat operasi di Venezuela sebelumnya, ketika harga Bitcoin relatif stabil.

Indikator sentimen seperti Crypto Fear & Greed Index menunjukkan sikap pasar yang seimbang, bukan kepanikan. 

Ini mengindikasikan pelaku pasar menilai risiko bersifat di ranah lokal, belum mengancam rantai pasok global atau sistem keuangan.

Pelajaran dari Konflik Sebelumnya

Pengalaman masa lalu menunjukkan dampak kripto bisa beragam. Saat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, pasar global sempat jatuh dan Bitcoin ikut turun.

Tetapi kala itu, pemulihan berlangsung cepat ketika kripto digunakan sebagai alternatif transaksi di wilayah terdampak gangguan perbankan.

Contoh lain datang dari ekonomi yang terkena sanksi, di mana kripto berfungsi sebagai substitusi akses keuangan. 

Iran, misalnya, dilaporkan memanfaatkan Bitcoin untuk transaksi lintas batas, dengan nilai transaksi sekitar $1 miliar pada 2021.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Mengapa Harga Meme Coin PEPE Bisa Melonjak hingga 65%?
  • Harga SHIB Reli 30%, Cek Sinyal Penting Ini Penentu Lanjut atau Gagal
  • Zona Merah Bitcoin Sering Jadi Awal Reli Besar, Akankah Terulang di 2026?
  • Ripple Perluas Bisnis Keuangan Perusahaan dengan Akuisisi Solvexia
  • Tekanan Yen Hantam Bitcoin, Mengapa Mata Uang Jepang Begitu Berpengaruh?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme