Bitcoin menutup tahun 2025 di zona merah dengan kinerja -6,36%, meski sempat mencatat penguatan di awal tahun.
Secara tahunan, penurunan ini tergolong ringan, namun secara historis justru sering menjadi awal reli besar di tahun berikutnya.
Data jangka panjang menunjukkan bahwa tahun merah Bitcoin termasuk peristiwa langka, dan kerap diikuti pemulihan agresif yang membentuk fase pertumbuhan baru.
Menurut Jesse Myers di X, Bitcoin hanya mengalami empat kali tahun merah dalam satu dekade terakhir, yakni 2014, 2018, 2022, dan 2025. Menariknya, tahun-tahun setelahnya mencatat kinerja kuat.
Setelah 2014, Bitcoin naik 35%. Pasca 2018, harganya melonjak 95%, sementara pemulihan usai 2022 bahkan mencapai 156%. Jika dirata-ratakan, kinerja Bitcoin setelah tahun merah mendekati 100%.
Pola berulang ini membentuk ekspektasi bahwa 2026 berpotensi menjadi fase pemulihan, meski tidak bersifat pasti.
Secara sederhana, tekanan biasanya terjadi lebih dulu sebelum likuiditas kembali masuk.