Rilis data inflasi Amerika Serikat atau Consumer Price Index (CPI) yang dijadwalkan pada Selasa (13/1) berpotensi menjadi pemicu volatilitas besar di pasar kripto.
Bitcoin (BTC) menjadi aset yang paling disorot, mengingat data ini akan dirilis jelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28 Januari 2026 mendatang.
Pelaku pasar global kini bersikap hati-hati. CPI Desember akan menjadi indikator makro pertama di 2026, sekaligus penentu arah kebijakan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
CPI AS Jadi Penentu Arah Pasar
Data CPI mengukur laju inflasi di Amerika Serikat, baik secara tahunan maupun inti (core CPI). Angka ini menjadi salah satu rujukan utama The Fed dalam menentukan kebijakan moneter.
Pada laporan sebelumnya, inflasi AS November 2025 tercatat melandai di bawah ekspektasi.
CPI berada di level 2,7%, sementara core CPI turun ke 2,6%, terendah sejak Maret 2021. Data tersebut sempat memicu sentimen positif di pasar aset berisiko, termasuk kripto.
Namun, pejabat The Fed menilai laporan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil.
Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menyebut adanya potensi distorsi data akibat shutdown pemerintah AS. Karena itu, laporan CPI Desember yang akan dirilis pekan depan dinilai lebih krusial.