Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Tekanan Yen Hantam Bitcoin, Mengapa Mata Uang Jepang Begitu Berpengaruh?

Posted on January 9, 2026

Harga Bitcoin kembali tertekan setelah gagal bertahan di area $94.000 dan turun ke bawah $91.000 pada 7 Januari 2026. 

Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap unwinding yen carry trade.

Kondisi tersebut membuat Bitcoin berada di titik krusial, karena korelasinya dengan Yen Jepang tercatat menyentuh level tertinggi dalam beberapa periode terakhir.

Unwinding Yen Carry Trade Tekan Likuiditas Bitcoin

Tekanan utama datang dari perubahan kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang menaikkan suku bunga hingga 0,75% pada Desember 2025. 

Kenaikan ini membuat pinjaman berbasis Yen tidak lagi menarik, sehingga investor mulai menutup posisi berisiko.

Akibatnya, likuiditas mengalir keluar dari aset kripto untuk melunasi pinjaman Yen, memicu tekanan jual jangka pendek di Bitcoin dan altcoin. 

Data menunjukkan arus keluar kas sebesar $243 juta dari ETF spot Bitcoin AS, menegaskan adanya pengetatan likuiditas.

Dalam konteks sederhana, ketika biaya meminjam Yen naik, investor cenderung menarik dana dari aset berisiko seperti kripto untuk menyeimbangkan posisi keuangan mereka.

Korelasi Bitcoin dan Yen Kian Menguat

Data perdagangan menunjukkan Bitcoin menutup kuartal IV 2025 dalam kondisi bearish, meski fundamental global relatif kuat. 

Pergerakan ini membuat Bitcoin semakin sensitif terhadap fluktuasi Yen.

Korelasi yang menguat menandakan bahwa faktor makro, khususnya kebijakan moneter Jepang, kini memiliki pengaruh langsung terhadap arah harga Bitcoin. 

Selama proses unwinding belum selesai, volatilitas berpotensi tetap tinggi.

Gambaran Lebih Besar: Emas, Likuiditas, dan Risiko

Di sisi lain, analis Wall Street Tom Lee menilai lonjakan harga emas sepanjang 2025 menjadi sinyal bahwa minat terhadap aset lindung nilai masih kuat. 

Data Bloomberg bahkan menunjukkan emas melampaui dolar AS sebagai cadangan global dominan.

Dalam jangka menengah, posisi Bitcoin sebagai emas digital dinilai tetap relevan, terutama jika kebijakan quantitative easing (QE) kembali mendorong mode risk-on. Namun dalam waktu dekat, tekanan likuiditas tetap menjadi tantangan utama.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Venezuela Dikabarkan Simpan Cadangan Bitcoin Rp1.005 Triliun
  • OKX Rilis Proof of Reserves Desember 2025, Pertahankan Rasio Cadangan di Atas 100 Persen
  • Terungkap! Investor Kripto Indonesia Didominasi Gen Z
  • 5 Kripto Paling Banyak Dimiliki Investor Indonesia di 2025
  • Mengapa Harga Meme Coin PEPE Bisa Melonjak hingga 65%?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme