Tom Lee, Managing Partner Fundstrat Global Advisors, menilai Bitcoin (BTC) masih memiliki peluang mencetak all-time high (ATH) baru pada Januari 2026, meski pasar kripto telah mengalami koreksi tajam di penghujung 2025.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa sepanjang 2026 akan diwarnai volatilitas tinggi seiring perubahan perilaku investor institusional.
Pernyataan ini disampaikan Lee setelah Bitcoin terkoreksi dari puncaknya di atas US$126.000 pada Oktober 2025, sebuah fase yang menurutnya bukan akhir siklus, melainkan konsolidasi.
Koreksi Akhir 2025 Dinilai Bukan Akhir Siklus
Melansir dari CNBC dan ETHNews, Lee menilai pelemahan harga Bitcoin menjelang pergantian tahun lebih mencerminkan jeda alami setelah reli besar, bukan tanda bahwa pasar telah mencapai puncaknya.
Ia menilai struktur pasar masih memberi ruang untuk satu dorongan naik lagi, terutama di awal tahun.
Lee menyebut Januari 2026 sebagai periode krusial, di mana Bitcoin berpotensi mencetak rekor harga baru sebelum dinamika pasar berubah lebih kompleks.
Pandangan ini berbeda dengan sejumlah analis yang menilai siklus bullish Bitcoin telah berakhir pada 2025.
Tom Lee: 2026 Akan Jadi “Tahun Dua Babak”
Meski optimistis dalam jangka pendek, Lee tidak menutup mata terhadap risiko. Ia menggambarkan 2026 sebagai “year of two halves”, atau tahun dengan dua fase berbeda.
Pada paruh pertama 2026, pasar kripto diperkirakan akan menghadapi:
- Fluktuasi harga yang tajam
- Reposisi portofolio oleh investor institusional
- Penyesuaian risiko setelah reli historis
Menurut Lee, volatilitas ini dipicu oleh institusi yang mulai mengunci keuntungan, mengatur ulang eksposur, serta merespons perubahan kebijakan dan kondisi makro global.
Namun, ia menegaskan bahwa fase tersebut bukan sinyal pasar bearish jangka panjang, melainkan proses pembersihan yang dibutuhkan agar pasar kembali sehat.
Reli Lebih Sehat Diperkirakan Muncul di Paruh Kedua
Jika proses reset berjalan sesuai ekspektasi, Lee memperkirakan momentum yang lebih stabil dapat terbentuk pada paruh kedua 2026.
Menurutnya, pasar yang telah melewati fase volatil biasanya memiliki fondasi yang lebih kuat untuk reli lanjutan.
Pendekatan ini mencerminkan pandangan Lee yang menekankan manajemen risiko dan kesabaran, bukan sekadar mengejar kenaikan harga jangka pendek.
Ethereum Juga Masuk Radar Fundstrat
Selain Bitcoin, Lee menilai Ethereum (ETH) berada di fase awal ekspansi multi-tahun. Ia menyebut ETH masih undervalued jika dibandingkan dengan perannya dalam infrastruktur keuangan digital.
Fundstrat, menurut Lee, meningkatkan eksposur ke Ethereum sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Meski demikian, dalam waktu dekat, Bitcoin tetap dipandang sebagai aset yang paling berpotensi mendominasi sentimen pasar.
Optimisme Kripto Sejalan dengan Pandangan Pasar Saham
Pandangan bullish Lee tidak terbatas pada kripto. Ia juga memproyeksikan indeks S&P 500 berpotensi mencapai level 7.700 pada akhir 2026, didorong oleh ketahanan ekonomi Amerika Serikat dan peningkatan produktivitas dari adopsi kecerdasan buatan.
Korelasi ini menunjukkan bahwa optimisme Lee bersifat lintas aset, dengan kripto diposisikan sebagai bagian dari lanskap keuangan yang lebih luas.