Pergerakan besar kembali terjadi di pasar kripto setelah alamat yang dikaitkan dengan BlackRock menarik aset digital senilai sekitar Rp2 triliun dari exchange.
Penarikan ini melibatkan 1.475 Bitcoin dan 3.878 Ethereum, yang terjadi dalam rentang waktu sekitar tujuh jam.
Data blockchain yang dilacak oleh Onchain Lens menunjukkan transaksi ini sebagai salah satu penarikan institusional terbesar sepanjang 2025.
Pasar menafsirkan langkah ini sebagai sinyal kepercayaan jangka panjang, karena penarikan dari exchange umumnya mengindikasikan niat menyimpan, bukan menjual.
Detail Transaksi dan Respons Pasar
Menurut data on-chain, 1.475 Bitcoin yang ditarik atau bernilai sekitar Rp2 triliun, sementara 3.878 Ethereum pada saat transaksi.
Seluruh proses dilakukan secara terkoordinasi, bukan bertahap, yang mencerminkan eksekusi terencana.
Penarikan besar ini terjadi di tengah kondisi harga yang relatif stabil. Setelah kabar tersebut beredar, pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum menunjukkan tekanan positif ringan, seiring berkurangnya suplai aset di exchange.
Secara persentase, jumlah Bitcoin yang ditarik hanya sekitar 0,007% dari suplai beredar, dan Ethereum sekitar 0,003%. Namun dalam nilai absolut, skala transaksi ini cukup untuk menarik perhatian pasar.
Sinyal Institusional dan Strategi Jangka Panjang
Langkah ini memperkuat narasi bahwa institusi semakin memilih penyimpanan jangka panjang dibandingkan likuiditas jangka pendek di exchange.
Dalam banyak kasus sebelumnya, penarikan besar oleh institusi sering mendahului fase akumulasi yang lebih panjang.
BlackRock sendiri telah memperluas eksposurnya ke aset digital sejak peluncuran produk investasi berbasis Bitcoin pada 2024.
Penarikan terbaru ini dinilai sebagai bagian dari penyesuaian strategi kustodi, dari penyimpanan di exchange menuju penyimpanan privat.
Bagi pasar, perpindahan ini kerap dibaca sebagai sinyal bahwa aset tersebut tidak akan segera kembali ke pasar, sehingga mengurangi tekanan jual jangka pendek.
Dampak ke Struktur Likuiditas Pasar
Penarikan besar dari exchange berdampak langsung pada cadangan likuiditas perdagangan.
Semakin sedikit aset yang tersedia di exchange, semakin sensitif harga terhadap permintaan baru.
Dalam konteks ini dilansir dari Bitcoin World, jika permintaan meningkat sementara suplai di exchange menyusut, pergerakan harga bisa menjadi lebih responsif.
Meski begitu, analis menekankan bahwa korelasi bukan jaminan, dan reaksi pasar tetap bergantung pada arus permintaan berikutnya.