Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Industri Crypto AS Peringatkan Risiko Besar di Balik Revisi GENIUS Act

Posted on January 10, 2026

Industri crypto Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa rencana revisi GENIUS Act berpotensi menimbulkan risiko serius, tidak hanya bagi ekosistem stablecoin, tetapi juga bagi posisi dolar AS dalam persaingan keuangan digital global. 

Peringatan ini muncul setelah lobi perbankan mendorong aturan yang lebih ketat terhadap skema reward stablecoin.

Kontroversi tersebut kini menjadi sorotan di Washington, menyusul perdebatan sengit antara pelaku industri crypto, bank, dan pembuat kebijakan di Senat AS.

Lobi Bank Dorong Larangan Total Reward Stablecoin

GENIUS Act sejatinya telah melarang penerbit stablecoin memberikan bunga atau imbal hasil secara langsung kepada pemegang token. Namun, sejumlah bank komunitas dan kelompok perbankan menilai aturan ini masih memiliki celah.

Mereka meminta Kongres untuk menutup celah tersebut dengan melarang pemberian reward stablecoin melalui pihak ketiga, termasuk skema yang saat ini dijalankan oleh bursa crypto. 

Menurut kelompok bank, praktik tersebut dapat menggerus dana simpanan dan mengganggu fungsi intermediasi perbankan, khususnya dalam penyaluran kredit.

Dorongan revisi ini memicu reaksi keras dari industri crypto, yang menilai langkah tersebut berlebihan dan berpotensi menghambat inovasi.

Industri Crypto Nilai Klaim Bank Tidak Berdasar

Blockchain Association, organisasi advokasi crypto berbasis di AS, menyatakan tidak ada bukti kuat bahwa adopsi stablecoin merusak sistem perbankan tradisional.

Mereka menegaskan bahwa narasi ancaman terhadap bank lebih didorong oleh kepentingan pemain lama yang enggan menghadapi persaingan baru.

Menurut asosiasi tersebut, rekening bank berbunga rendah selama ini lebih menguntungkan institusi besar, sementara reward stablecoin justru memberi alternatif yang lebih kompetitif bagi pengguna ritel.

Pernyataan ini mempertegas posisi industri crypto yang menilai revisi GENIUS Act bukan soal stabilitas, melainkan upaya membatasi kompetisi.

Peringatan Soal Risiko terhadap Kepentingan Nasional AS

Kekhawatiran industri crypto tidak berhenti pada isu persaingan. Pengacara pro-crypto John Deaton menyebut revisi besar terhadap GENIUS Act sebagai jebakan keamanan nasional.

Menurut Deaton, pelarangan reward stablecoin justru dapat mendorong pengguna global beralih ke digital yuan China (e-CNY), yang kini telah menawarkan imbal hasil.

Langkah China tersebut dinilai memperkuat daya saing e-CNY sebagai alternatif mata uang digital negara.

Dalam konteks ini, stablecoin berbasis dolar AS dipandang sebagai alat strategis untuk menjaga dominasi dolar dalam sistem keuangan digital. Pembatasan berlebihan, menurut Deaton, berisiko melemahkan posisi tersebut.

Kekhawatiran Regulasi Mundur dari Kesepakatan Awal

Kritik serupa disampaikan Alexander Grieve, Wakil Presiden Urusan Pemerintahan di Paradigm. Ia menilai upaya merevisi ketentuan reward dalam GENIUS Act dapat menghapus kemajuan regulasi yang sebelumnya dicapai melalui kompromi bipartisan.

Grieve menilai perubahan mendadak ini lebih dipicu tekanan politik daripada munculnya risiko baru. Pandangan tersebut diamini oleh sejumlah eksekutif industri crypto yang khawatir arah regulasi menjadi tidak konsisten.

Galaxy Digital CEO Mike Novogratz bahkan menyebut AS akan merugikan diri sendiri jika mundur dari pendekatan inovatif dalam mengatur stablecoin, seraya menantang bank untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Tarik Ulur Regulasi di Tengah Persaingan Global

Perdebatan soal GENIUS Act menegaskan posisi stablecoin sebagai isu strategis, bukan sekadar produk keuangan digital. 

Di tengah meningkatnya persaingan mata uang digital negara, keputusan regulator AS dinilai akan berdampak luas, baik bagi inovasi domestik maupun pengaruh ekonomi global.

Hasil akhir dari pembahasan ini akan menjadi penentu apakah AS memilih mempertahankan pendekatan kompetitif atau justru memperketat ruang gerak industri crypto.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Dalang Jaringan Scam Kripto Global Chen Zhi Ditangkap di Kamboja
  • Holiday Effect: Mengapa Pasar Kripto Lebih Volatil di Masa Liburan
  • Ripple Perluas Bisnis Keuangan Perusahaan dengan Akuisisi Solvexia
  • Bitcoin (BTC) Masih Bisa Cetak ATH di Januari 2026, Kata Tom Lee
  • Telegram Dilaporkan Menjual $450 Juta Toncoin, Harga Tertekan

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme