Ethereum (ETH) memasuki awal 2026 dengan pergerakan yang relatif tenang setelah melewati Desember yang penuh tekanan.
Harga sempat turun ke zona demand di kisaran atas $2.000 sebelum kembali menemukan minat beli. Meski kenaikannya tidak agresif, struktur pergerakan ini menempatkan Ethereum kembali di dekat area teknikal penting yang berpotensi menentukan arah selanjutnya.
Analis teknikal melihat kondisi ini sebagai fase krusial. Grafik harga Ethereum kini kembali berhadapan dengan satu resistance utama yang berulang kali menahan reli dalam beberapa bulan terakhir.
Inilah yang memunculkan narasi tentang “hambatan terakhir” sebelum ruang kenaikan yang lebih luas terbuka.
Setelah mencapai puncak siklus sebelumnya di sekitar $4.800, pergerakan Ethereum lebih banyak diwarnai koreksi terstruktur ketimbang pembalikan tren tajam.
Tekanan jual yang muncul sejak akhir 2025 membawa harga turun secara bertahap, membentuk pola koreksi ABC yang masih terjaga.
Penurunan tersebut akhirnya berhenti di area support luas di kisaran atas $2.000, zona yang sebelumnya beberapa kali berfungsi sebagai lantai harga.
Reaksi beli yang muncul di area ini dinilai penting karena menunjukkan bahwa pasar masih bersedia mempertahankan level tersebut, meski sentimen belum sepenuhnya pulih.
Resistance Turunan Jadi Ujian Terakhir
Pantulan dari area support membawa Ethereum kembali mendekati garis resistance menurun yang terbentuk sejak Oktober 2025 hingga November 2025.
Garis tren ini telah beberapa kali mematahkan upaya kenaikan, menjadikannya level yang kini diawasi ketat oleh pelaku pasar.
Selama harga masih tertahan di bawah resistance ini, Ethereum berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi yang cenderung lambat. Namun, penembusan yang bersih di atas garis tren tersebut akan mengubah struktur teknikal secara signifikan dan membuka peluang reli lanjutan.