Setelah volatilitas tajam pada 2025, sejumlah analis global memberikan pandangan berbeda soal seberapa tinggi Bitcoin bisa melaju di 2026.
Berikut rangkuman lima prediksi paling menonjol, dari yang konservatif hingga paling agresif dilansir dari CNBC!
1. Carol Alexander: $75.000 hingga $150.000
Profesor keuangan dari University of Sussex ini menilai Bitcoin akan bertahan di rentang volatilitas tinggi, dengan titik keseimbangan di sekitar harga $110.000.
Menurutnya, pasar sedang bertransisi dari siklus berbasis ritel menuju likuiditas institusional, sehingga pergerakan harga menjadi lebih terdistribusi dan tidak se-ekstrem fase awal adopsi.
2. CoinShares: $120.000 hingga $170.000
Head of Research CoinShares, James Butterfill, melihat peluang penguatan Bitcoin yang lebih jelas di paruh kedua 2026. Bitcoin diprediksi bisa menyentuh harga hingga $170.000.
Butterfill menyoroti dua faktor kunci, yaitu arah kebijakan The Fed dan kemungkinan disahkannya Clarity Act, yang bisa menjadi katalis masuknya modal besar ke aset kripto.
3. Standard Chartered: $150.000
Bank global ini mematok target $150.000, meski sebelumnya sempat jauh lebih agresif.
Standard Chartered menilai dukungan dari digital asset treasury (DAT) mulai melemah, sehingga dorongan harga ke depan lebih bergantung pada ETF Bitcoin sebagai sumber likuiditas utama.
4. Maple Finance: $175.000
Sidney Powell, CEO Maple Finance memproyeksikan Bitcoin bisa mencapai $175.000 di 2026.
Ia menekankan peran penurunan suku bunga dan meningkatnya adopsi institusional, khususnya melalui pinjaman berbasis Bitcoin, yang berpotensi mengurangi tekanan jual jangka panjang.
5. Bit Mining: $75.000 hingga $225.000
Prediksi paling ekstrem datang dari kepala ekonom Bit Mining. Youwei Yang memperkirakan Bitcoin bergerak dalam rentang sangat lebar.
Rentang prediksi harga BTC dimulai dari $75.000 hingga $225.000, mencerminkan kombinasi peluang kebijakan yang lebih longgar dan risiko geopolitik yang masih tinggi.