Dogecoin (DOGE) kembali menjadi perhatian pelaku pasar kripto menjelang potensi altcoin season.
Setelah berbulan-bulan bergerak datar dan mengalami koreksi bertahap, DOGE kini berada di area harga yang secara historis kerap muncul sebelum pergerakan besar terjadi.
Kondisi ini membuat sejumlah analis mulai mencermati apakah fase sepi yang terjadi saat ini merupakan bagian dari pola siklus yang pernah terulang pada periode sebelumnya.
Harga Dogecoin Masih Sideways, Volatilitas Mulai Reda
Secara pergerakan jangka pendek, harga Dogecoin belum menunjukkan sinyal breakout yang jelas. Aktivitas perdagangan relatif stabil, dengan volatilitas yang cenderung menurun dibandingkan fase reli sebelumnya.
Situasi ini mencerminkan fase konsolidasi, di mana harga bergerak dalam rentang sempit tanpa tekanan jual besar.
Dalam beberapa siklus sebelumnya, kondisi serupa sering muncul saat pasar sedang menunggu katalis baru, terutama ketika fokus investor mulai bergeser dari aset utama ke altcoin berisiko tinggi.
Pola Historis DOGE Kembali Jadi Sorotan
Jika ditarik ke kerangka waktu yang lebih panjang, Dogecoin dikenal memiliki pola siklus yang cukup konsisten.
Dalam dua reli besarnya di masa lalu, DOGE sempat menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam fase akumulasi sebelum akhirnya mencatat lonjakan signifikan.
Pada siklus pertama, DOGE mengalami kenaikan ribuan persen setelah periode harga stagnan. Siklus berikutnya bahkan mencatat reli yang lebih agresif.
Kesamaan utama dari dua fase tersebut adalah harga bertahan di area support jangka panjang, sementara sentimen pasar berada di titik jenuh.
Saat ini, struktur harga DOGE dinilai masih bertahan di zona yang secara teknikal dianggap sebagai area penopang utama.
Selama level ini tidak ditembus, konfigurasi jangka menengah masih dianggap utuh oleh sebagian analis.
Altcoin Season Dinilai Jadi Faktor Penentu
Melansir dari CaptainAltcoin, analis kripto Javon Marks menilai bahwa lonjakan besar Dogecoin di masa lalu hampir selalu beriringan dengan fase altcoin season.
Pada periode tersebut, arus modal cenderung mengalir ke aset dengan profil risiko lebih tinggi, termasuk meme coin seperti DOGE.
Jika altcoin season kembali terjadi, Dogecoin dinilai tidak membutuhkan katalis besar untuk bergerak cepat.
Riwayat pergerakan sebelumnya menunjukkan bahwa perubahan sentimen pasar saja sudah cukup memicu reli tajam, terutama ketika likuiditas mulai masuk ke pasar altcoin.
Proyeksi Harga: Dari Level Moderat hingga Skenario Ekstrem
Dalam skenario yang lebih konservatif, sejumlah level harga dinilai bisa menjadi area yang diperhatikan jika momentum altcoin mulai terbentuk.
Zona di sekitar US$0,65 dan US$1,25 disebut sebagai target bertahap yang lebih realistis apabila pasar mendukung.
Sementara itu, proyeksi ekstrem yang membandingkan pergerakan DOGE dengan siklus awalnya menempatkan potensi harga jauh lebih tinggi.
Namun, skenario ini dinilai sangat bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan dan tidak bisa dijadikan acuan jangka pendek.
Analis menekankan bahwa proyeksi tersebut bukan prediksi pasti, melainkan simulasi berbasis pola historis yang pernah terjadi.