Pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah terpukul oleh aksi jual tajam sepanjang Desember. Analisis terbaru dari Coinbase menyebutkan bahwa sejumlah indikator struktural mengisyaratkan koreksi tersebut lebih bersifat sementara, bukan awal perubahan tren besar.
Menurut laporan itu, kombinasi arus masuk ETF spot, berkurangnya leverage sistemik, membaiknya likuiditas buku order, serta perubahan sentimen di pasar opsi menunjukkan bahwa ekosistem kini berada dalam kondisi yang lebih sehat dibandingkan beberapa pekan lalu. Meski pelaku pasar masih berhati-hati, fondasi teknikal dan struktural dinilai cukup kuat untuk membuka peluang pemulihan pada kuartal pertama.
Sinyal paling jelas terlihat dari pergerakan dana institusional melalui ETF Spot. Pada pekan perdagangan pertama tahun ini, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus dana yang cenderung berimbang. Dua hari inflow yang kuat langsung diimbangi oleh tiga hari outflow berturut-turut, menghasilkan arus bersih yang tipis, sekitar 40 juta dolar AS. Pola ini menunjukkan bahwa intitusi belum sepenuhnya yakin, namun tetap aktif mengambil posisi secara tektis.
Gambaran yang sedikit lebih konstruktif justru datang dari Ethereum. ETF spot ETH mencatat arus masuk bersih sekitar 200 juta dolar AS dalam periode yang sama, meski sempat tertekan oleh penarikan dana di akhir pekan. Perbedaan ini penting, karena Ethereum sering dipandang sebagai aset dengan beta lebih tinggi bagi institusi yang ingin menambah resiko di luar eksposur Bitcoin semata. Konsistensi inflow ETH mengindikasikan adanya minat selektif terhadap resiko, meski belum cukup kuat untuk disebut sebagai tren agresif.
Di luar ETF, salah satu faktor terpenting yang menopang peluang pemulihan adalah reset leverage yang terjadi pada Desember. Data menunjukkan bahwa rasio open interest terhadap kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran 3,4 persen, level yang relatif rendah dan jauh dari kondisi over-leveraged. Ini mengurangi risiko terjadinya likuidasi berantai yang sering memperparah penurunan harga.
Ethereum memang masih memiliki profil leverage yang lebih tinggi, dengan rasio mendekati 11 persen. Namun, analis menilai kondisi ini belum tentu bearish selama leverage tidak kembali meningkat secara agresif. Secara keseluruhan, pembersihan leverage sebelumnya justru memberi ruang bagi pasar untuk bergerak lebih stabil tanpa mudah tersandung guncangan likuidasi.
Indikator ketiga datang dari sisi mikrostruktur pasar. Setelah periode libur akhir tahun yang biasanya diiringi likuiditas tipis, kedalaman buku order mulai membaik. Data menunjukkan bahwa kedalaman order Bitcoin di sekitar harga tengah meningkat, sementara spread tetap ketat dan keseimbangan antara sisi beli dan jual relatif netral.
Kondisi ini penting, karena pasar dengan likuiditas dua arah yang sehat memungkinkan pergerakan harga berlanjut tanpa langsung tertahan oleh tekanan jual besar.
Tambahan dukungan datang dari pertumbuhan pasokan stablecoin yang kembali mencatat kenaikan. Meski peningkatannya tidak besar secara nominal, arah pertumbuhan ini mencerminkan masuknya kembali modal yang siap digunakan. Bursa besar seperti Binance bahkan mencatat arus masuk stablecoin yang signifikan dalam sepekan terakhir.
Dengan volatilitas implisit Bitcoin berada di kisaran menengah, pasar opsi saat ini memproyeksikan rentang pergerakan yang cukup lebar untuk kuartal pertama. Dalam kerangka ini, skenario dasar masih menempatkan harga bergerak fluktuatif namun stabil, sementara skenario bullish bergantung pada konsistensi inflow ETF dan membaiknya kondisi makro.
Di sisi lain, tekanan makro global tetap menjadi risiko utama yang dapat menggagalkan pemulihan jika kembali memicu penguatan dolar atau kenaikan suku bunga.