Ethereum (ETH) kembali menarik perhatian analis teknikal dan on-chain seiring harganya yang bertahan stabil di kisaran US$ 3.000. Sejumlah indikator jangka panjang menunjukkan bahwa aset kripto terbesar kedua ini berpotensi mendekati akhir fase akumulasi multi-tahun.
Menurut analisis yang beredar di kalangan trader teknikal, struktur harga Ethereum saat ini selaras dengan pola Wyckoff Accumulation, sebuah kerangka klasik yang kerap digunakan untuk mengidentifikasi fase transisi dari pasar datar menuju tren naik.
Grafik bulanan yang dibagikan oleh salah satu pengamat pasar kripto, yakni Bitcoinsensus menunjukkan bahwa Ethereum kemungkinan telah bergerak dari phase C menuju phase D, tahap di mana permintaan mulai mendominasi setelah periode konsolidasi panjang.
Pantulan harga dari area Last Point of Support memperkuat pandangan tersebut. Dalam konteks Wyckoff, langkah berikutnya yang krusial adalah munculnya Sign of Strength. Jika Ethereum mampu menembus dan bertahan di atas US$ 4.000, para analis menilai target lanjutan dapat terbuka lebar, dengan proyeksi bergerak ke kisaran US$ 5.000 hingga US$ 7.000 sebagai hasil dari akumulasi yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Pandangan serupa disampaikan oleh analis kripto dengan nama akun X ‘Egrag Crypto’, yang menggunakan pendekatan berbeda melalui grafik Ethereum terbalik. Dengan membandingkan struktur saat ini dengan siklus-siklus sebelumnya, ia menyoroti bahwa setiap siklus baru cenderung ditandai oleh fase akumulasi yang lebih panjang dan volatiltas yang lebih terkendali. Dalam kerangka tersebut, pergerakan yang tampak seperti ‘penurunan’ pada grafik terbalik justru merepresentasikan potensi breakout pada grafik harga sebenarnya.
Egrag mengidentifikasi zona resistensi awal di rentang US$ 3.800 hingga US$ 4.500. Jika area ini berhasil ditembus dan berubah menjadi support, ia melihat ruang kenaikan menuju US$ 6.000 hingga US$ 7.500. Namun, ia juga mengingatkan bahwa skenario resiko tetap ada, termasuk kemungkinan pengujian ulang area US$ 1.800 – US$ 2.200 sebelum reli besar benar-benar terkonfirmasi.
Sementara itu, Merlijn The Trader menilai struktur jangka pendek Ethereum masih sehat selama harga bertahan di atas US$ 3.000. Ia menyebut bahwa penembusan di atas US$ 3.360 dapat membuka jalan menuju US$ 3.600, dan koreksi yang terjadi saat ini masih tergolong normal dalam pergerakan harga yang lebih luas.
Dukungan terhadap skenario akumulasi juga datang dari data onchain, Merlijn menunjukkan bahwa dompet besar yang memegang antara 10.000 hingga 100.000 ETH terus menambah kepemilikan sejak 2025, setelah sebelumnya mengalami tren penurunan selama beberapa tahun. Pola ini berlanjut meski harga bergerak relatif datar.
Menurutnya, perilaku tersebut mencerminkan penempatan strategis, bukan sekedar perburuan momentum jangka pendek. Ia berpendapat bahwa distribusi biasanya terjadi di puncak, sementara akumulasi muncul sebelum pergerakan besar.
Data tambahan dari CryptoQuant memperkuat narasi ini. Jumlah ETH yang tersimpan di bursa kini turun di bawah 16,5 juta, mengindikasikan berkurangnya tekanan jual jangka pendek. Secara historis, penurunan saldo bursa kerap menjadi sinyal bahwa investor memilih menyimpan aset mereka, alih-alih bersiap menjual.