Tahun 2025 menjadi periode terberat bagi pasar aset kripto, dengan meme coin tercatat sebagai sektor yang paling terdampak. Sepanjang tahun tersebut, lebih dari 11,6 juta token kripto berhenti diperdagangkan secara aktif, menjadikannya angka kegagalan proyek tertinggi dalam satu tahun berdasarkan data historis.
Berdasarkan laporan CoinGecko bertajuk Dead Coins yang disusun oleh analis riset Shaun Paul Lee, jumlah token yang gagal bertahan pada 2025 mencapai sekitar 11,6 juta unit, atau setara 86,3 persen dari total kegagalan proyek kripto sepanjang periode 2021 hingga 2025. Capaian ini menempatkan 2025 sebagai tahun dengan tingkat kegagalan aset kripto tertinggi dalam sejarah industri.
Tekanan terbesar terjadi di segmen meme coin. Volatilitas pasar yang tinggi sepanjang tahun menekan tingkat keberlangsungan token secara signifikan, terutama untuk proyek yang bergantung pada sentimen spekulatif dan tidak memiliki utilitas jelas. Pergerakan meme coin kerap mencerminkan toleransi risiko investor. Saat kondisi pasar memburuk, aset di segmen ini biasanya menjadi yang pertama ditinggalkan.
Dampak Likuiditas di Kuartal Akhir 2025
Kuartal keempat 2025 menjadi periode paling krusial. Dalam tiga bulan terakhir tahun tersebut, sekitar 7,7 juta token tercatat kolaps, menyumbang 34,9 persen dari total kegagalan proyek kripto yang pernah terjadi. CoinGecko mengaitkan gelombang penutupan ini dengan dampak sistemik dari peristiwa besar yang terjadi pada 10 Oktober 2025.
Pada tanggal tersebut, pasar kripto mengalami liquidation cascade, ketika lebih dari US$19 miliar posisi leverage terlikuidasi hanya dalam 24 jam. Peristiwa ini tercatat sebagai proses deleveraging harian terbesar dalam sejarah kripto dan memicu efek domino. Banyak proyek kehilangan likuiditas secara mendadak dan tidak mampu mempertahankan aktivitas perdagangan.
Lonjakan kegagalan ini terjadi di tengah pertumbuhan ekstrem jumlah proyek kripto. Pada 2021, jumlah proyek yang tercatat di GeckoTerminal masih berada di angka 428.383. Pada 2025, angka tersebut melonjak tajam hingga mendekati 20,2 juta proyek.
Menurut Lee, salah satu pendorong utama ledakan jumlah proyek ini adalah semakin mudahnya proses peluncuran token melalui berbagai platform launchpad, khususnya di sektor meme coin. Kehadiran launchpad seperti Pump.fun yang mulai beroperasi pada Januari 2024 membuka akses instan bagi siapa pun untuk menerbitkan token tanpa hambatan teknis berarti.
Kemudahan ini memicu masuknya jutaan proyek berbiaya rendah dengan pengembangan minimal ke pasar. Ketika kondisi pasar memburuk, proyek-proyek semacam ini menjadi yang paling rentan dan tidak mampu bertahan.
Data historis menunjukkan bahwa kegagalan proyek kripto sebelum 2024 masih tergolong terbatas. Pada periode 2021 hingga 2023, total proyek yang gagal hanya menyumbang sekitar 3,4 persen dari keseluruhan kegagalan dalam lima tahun terakhir. Lonjakan signifikan baru terlihat pada 2024, ketika sekitar 1,38 juta proyek berhenti beroperasi, atau setara 10,3 persen dari total kegagalan.