Setiap infrastruktur besar, selalu ada orang yang lebih memilih bekerja dalam senyap. Mereka jarang muncul di panggung, tidak sibuk membangun persona, dan hampir tidak pernah menjual mimpi.
Namun justru dari tangan merekalah sistem yang tahan uji lahir. ZetaChain (ZETA to IDR) berdiri di jalur seperti ini, dan Ankur Nandwani adalah salah satu sosok yang menggerakkan arahnya.
Jika menengok lebih luas ke ekosistem kripto, sebagian besar perhatian publik memang sering tertuju pada figur-figur besar yang kerap muncul di pemberitaan dan daftar tokoh kripto yang paling dikenal publik.
Namun, tidak semua peran penting selalu datang dari nama yang sering jadi headline. Sebagian justru bekerja di lapisan yang jarang terlihat, tapi menentukan arah jangka panjang sebuah teknologi.
Siapa Ankur Nandwani?
Ankur Nandwani bukan figur yang datang ke kripto karena tren. Ketertarikannya tumbuh dari ketertiban berpikir seorang engineer. Sejak awal, ia terbiasa melihat teknologi sebagai sistem yang harus bisa bertahan, bukan sekadar berjalan.
Pendekatan ini membuat posisinya berbeda dari banyak figur kripto lain yang dikenal publik. Jika sebagian orang membangun pengaruh lewat narasi besar dan opini, Ankur membangun lewat keputusan teknis dan desain produk. Ia termasuk tipe builder yang jarang disorot, tapi perannya nyata di balik proyek.
Fondasi Akademik yang Tidak Sekadar Formalitas
Perjalanan Ankur di dunia teknologi tidak dimulai dari blockchain. Ia lebih dulu ditempa oleh pendidikan teknik yang menuntut ketelitian. Gelar sarjana Computer Engineering yang ia peroleh di National Institute of Technology, Surat, membiasakannya berpikir sistematis dan struktural.
Ketika melanjutkan studi magister di Texas A&M University, fokusnya bergeser ke ranah yang lebih kompleks seperti keamanan mobile, machine learning, dan sistem terdistribusi. Di fase ini, ia semakin akrab dengan konsep kegagalan sistem dan bagaimana satu celah kecil bisa berdampak luas, seperti informasi yang kami kutip dari website iq.wiki.
Pendekatan teknis inilah yang kelak terasa sangat relevan ketika blockchain mulai berkembang menjadi jaringan yang saling terpisah dan semakin kompleks.