Ketika orang membicarakan blockchain, topik yang muncul hampir selalu sama. Inovasi teknologi, kecepatan jaringan, atau protokol yang dianggap paling efisien.
Padahal, ada satu lapisan penting yang sering luput dari perhatian, yaitu bagaimana keputusan strategis diambil dan siapa yang menjaga agar ekosistem tidak kehilangan arah. Di titik inilah peran Josh Cincinnati menjadi relevan.
Jika selama ini publik lebih mengenal tokoh-tokoh kripto dari sisi pencipta protokol atau inovator teknologi, Josh hadir dari jalur yang berbeda. Ia bekerja di balik struktur foundation dan tata kelola, peran yang tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya terasa dalam jangka panjang.
Peran semacam ini juga yang membuat banyak ekosistem kripto bisa bertahan melewati fase sulit, sebagaimana pernah dibahas dalam rangkaian artikel tokoh di dunia kripto di Indodax Academy.
Josh Cincinnati dan Jalan yang Tidak Populer di Blockchain
Masuk ke industri blockchain tidak selalu berarti menulis kode atau meluncurkan token baru. Bagi Josh Cincinnati, ketertarikan justru muncul dari pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana sebuah sistem terdesentralisasi mengambil keputusan tanpa kehilangan kepercayaan komunitas, seperti informasi yang kami kutip dari website minaprotocol.com.
Pandangan ini membuat jalurnya berbeda sejak awal. Ia lebih tertarik pada tata kelola, struktur organisasi, dan hubungan antara developer, foundation, serta komunitas.
Di sinilah ia melihat bahwa masalah terbesar blockchain sering kali bukan pada teknologi, melainkan pada proses pengambilan keputusan dan distribusi tanggung jawab.
Pendekatan ini menempatkan Josh sejajar dengan figur lain yang membangun ekosistem dari sisi fondasi, meskipun dengan latar yang berbeda, seperti Erman Tjiputra yang dikenal membangun infrastruktur blockchain berbasis riset dan distribusi jaringan.