Jakarta, Pintu News – Michael Saylor, Ketua Strategy, baru-baru ini mengisyaratkan akan melakukan pembelian Bitcoin BTC2.31%->Harga BTC Saat Ini
Rp 1.548.911.837
2.31%
Market Cap
Rp 30.857 Triliun
Volume Trading
Rp 667,44 Triliun
Suplai Beredar
Rp 19.978.250
yang lebih besar setelah perusahaan menambahkan Bitcoin senilai $1,25 miliar ke dalam portofolionya minggu lalu.
Melalui sebuah unggahan di X, Saylor membagikan tangkapan layar grafik dari StrategyTracker yang menunjukkan harga Bitcoin (BTC) dan waktu-waktu ketika Strategy melakukan pembelian. Dengan judul “Bigger Orange”, yang mana warna oranye sering dikaitkan dengan Bitcoin (BTC), Saylor terus menunjukkan ketertarikannya pada aset kripto ini.
Strategi Pembelian dan Pertumbuhan Aset
Strategy memulai tahun dengan pembelian Bitcoin (BTC) senilai $115,97 juta, yang mencakup 1.283 BTC pada tanggal 4 Januari. Kemudian, mereka melanjutkan dengan pembelian 13.627 BTC senilai $1,25 miliar pada tanggal 11 Januari. Saat ini, Strategy memiliki total 687.410 BTC dengan harga rata-rata per koin sebesar $75.353, menurut data dari StrategyTracker. Dengan harga Bitcoin (BTC) saat ini sebesar $92.300 menurut Coinbase, ini menempatkan cadangan Bitcoin Strategy dalam posisi untung.Meskipun cadangan Bitcoin (BTC) Strategy menunjukkan keuntungan, harga saham perusahaan telah mengalami penurunan sekitar 52,67% selama 12 bulan terakhir, dengan harga saham terakhir di $173,71 menurut data dari Yahoo Finance.
Untuk mendanai pembelian Bitcoin (BTC), Strategy telah menggunakan berbagai metode, termasuk penjualan utang jangka pendek melalui catatan konversi. Mulai akhir tahun 2027 dan 2028, pemegang utang akan mulai dapat mengonversi miliaran dolar catatan, yang menambah tekanan pada perusahaan untuk mengumpulkan modal besar.
Manajemen Utang dan Opsi Likuiditas
Strategy telah menyatakan berkali-kali bahwa mereka memiliki cukup sumber daya untuk mengatasi situasi sulit ini. Namun, mereka juga menyebutkan kemungkinan menjual sebagian dari stok Bitcoin (BTC) mereka untuk membebaskan modal jika diperlukan. Langkah ini bisa menjadi salah satu strategi untuk mempertahankan likuiditas dan stabilitas keuangan perusahaan di tengah fluktuasi pasar yang tidak terduga.