
Harga Bitcoin (BTC) menguat mendekati USD 90.000 (Rp 1,51 miliar) pada Kamis (22/1/2026), seiring meredanya ketegangan geopolitik AS-Eropa terkait Greenland. Dalam 24 jam terakhir, BTC naik 0,84%, meski selama sepekan masih turun 6,99%.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mencatat adanya akumulasi oleh whale saat harga jatuh di bawah USD 90.000, sementara investor ritel cenderung melakukan panic selling. “Pembelian pelaku besar ini biasanya menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek Bitcoin, meski rebound masih perlu konfirmasi,” ujar Fyqieh.
Level USD 92.000 (Rp 1,55 miliar) kini menjadi area teknikal kunci yang diperhatikan pasar sebagai potensi resistance berikutnya.