Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

InfoFi Kolaps Dalam 3 Hari Usai X Ubah Aturan, Kaito Kena Imbas

Posted on January 22, 2026

Ekosistem InfoFi runtuh hanya dalam hitungan hari setelah platform X mengubah kebijakan API terkait insentif konten. 

Perubahan ini langsung memukul proyek-proyek yang selama ini menggantungkan model bisnisnya pada sistem reward berbasis posting, termasuk Kaito (KAITO).

Laporan terbaru Tiger Research mencatat, keputusan X tersebut secara efektif menghentikan operasional InfoFi dalam waktu kurang dari tiga hari. 

Dampaknya tidak hanya terasa di level produk, tetapi juga menyeret kepercayaan komunitas dan nilai token yang terasosiasi dengan model tersebut.

Perubahan Kebijakan X Jadi Titik Balik

Masalah bermula pada 15 Januari 2026, ketika X menyatakan tidak lagi mengizinkan aplikasi yang memberikan imbalan atas aktivitas posting. Kebijakan ini diumumkan secara publik oleh Nikita Bier, product lead X, dan berlaku tanpa masa transisi.

Menurut kronologi yang dikutip Tiger Research dari pendiri Kaito, Yu Hu, tim Kaito sebenarnya sudah menerima sinyal awal sejak 13 Januari melalui komunikasi internal dari X. 

Namun, keputusan final baru diketahui publik bersamaan dengan pengumuman resmi. Tidak ada ruang negosiasi lanjutan.

Satu keputusan tersebut cukup untuk melumpuhkan seluruh kategori InfoFi. Model yang sebelumnya bergantung pada pemantauan engagement dan distribusi reward otomatis mendadak kehilangan fondasi utama.

Pasar turut merespons keputusan tersebut tanpa kompromi. Token KAITO mengalami tekanan tajam, sementara komunitas mempertanyakan kesiapan tim menghadapi risiko kebijakan platform. 

Kritik mengarah pada satu isu utama, yakni ketergantungan ekstrem pada satu infrastruktur terpusat.

Tiger Research menilai, kasus ini menegaskan batas nyata dari narasi desentralisasi ketika eksekusi bisnis masih bertumpu pada platform Web2. Dalam kondisi tersebut, risiko kebijakan menjadi sama berbahayanya dengan risiko teknis.

Lima Opsi yang Tersisa untuk Proyek InfoFi

Setelah model lama runtuh, Tiger Research menilai proyek InfoFi tidak lagi memiliki banyak ruang manuver. 

Ada lima opsi realistis yang kini tersisa, masing-masing dengan konsekuensi yang tidak ringan.

1. Menutup Proyek Secara Bertahap

Opsi paling sederhana adalah menghentikan operasional sebelum pendanaan habis. Bagi proyek kecil hingga menengah yang produk dan datanya sepenuhnya bergantung pada X, penutupan dinilai lebih rasional dibanding menghabiskan kas untuk mencari arah baru.

2. Beralih ke Model Bounty Berbasis Pengajuan

Dalam model ini, proyek memposting kampanye dalam bentuk bounty atau grant, lalu kreator membuat konten dan mengajukannya untuk ditinjau sebelum menerima imbalan. Pendekatan ini dikenal sebagai submit-and-review, bukan pelacakan performa secara real time.

Tiger Research mencontohkan Scribble sebagai salah satu representasi model ini. Platform berperan sebagai perantara yang menyediakan infrastruktur, sementara setiap proyek mengelola kampanyenya sendiri. Seiring bertambahnya proyek, basis kreator dapat berkembang, dan sebaliknya.

Namun, skema ini menyimpan kelemahan struktural. Jika konten yang diajukan tidak lolos kurasi, kreator menanggung kerugian waktu dan tenaga tanpa kompensasi. Dalam jangka panjang, ketidakpastian ini berisiko membuat kreator meninggalkan platform.

3. Mengadopsi Sponsored Blogging ala Korea

Model ini menekankan seleksi di awal. Kreator dipilih berdasarkan data dan performa historis, lalu diberi pedoman konten yang jelas. 

Selama aturan dipatuhi, kompensasi relatif terjamin. Pendekatan ini memudahkan kontrol kualitas dan mengurangi konflik pasca-publikasi.

4. Ekspansi ke Banyak Platform

Jika X tidak lagi menjadi pilihan, proyek dapat berpindah ke YouTube, TikTok, atau Instagram. Langkah ini membuka akses ke audiens yang lebih luas, terutama di pasar berkembang. Namun, kompleksitas operasional meningkat karena setiap platform memiliki format, algoritma, dan kebutuhan produksi yang berbeda.

5. Berubah Menjadi Model MCN Berbasis KOL

Opsi terakhir adalah bertransformasi menjadi jaringan manajemen kreator. Alih-alih sistem reward terbuka, proyek memanfaatkan data historis dan relasi jangka panjang dengan KOL terkurasi. Dalam model ini, data dan manajemen menjadi aset inti, bukan sekadar insentif token.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • ‘Smart Money’ Borong Rp50 Triliun Bitcoin (BTC) Saat Harga Tertekan
  • Harga XRP Turun, Bos Ripple Optimis 4 Hal Baik Ini Akan Terjadi di 2026
  • Kenapa Harga LayerZero (ZRO) Naik Hari Ini Saat Pasar Lesu?
  • Restoran Cepat Saji Ini Siapkan Bonus Bitcoin (BTC) untuk Karyawannya
  • Chainlink Bawa Data Saham AS & ETF ke Blockchain, Bisa Akses 24 Jam

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme