Investor besar atau yang kerap disebut smart money tercatat mengakumulasi Bitcoin (BTC) senilai sekitar Rp50 triliun dalam kurun waktu sembilan hari terakhir, di saat pasar global diliputi ketegangan geopolitik dan tekanan harga.
Data ini diungkap platform analitik on-chain Santiment, seperti dikutip Cointelegraph. Akumulasi tersebut terjadi ketika pergerakan harga Bitcoin justru melemah.
Dalam 24 jam terakhir sebelum laporan dirilis, harga Bitcoin sempat turun lebih dari 4% dan diperdagangkan di kisaran US$89.000.
Whale Masuk Saat Harga Tertekan
Menurut Santiment, dompet Bitcoin dengan kepemilikan 10 hingga 10.000 BTC mengumpulkan 36.322 BTC sepanjang periode 10 hingga 19 Januari.
Jika dikonversi ke nilai saat ini, total pembelian tersebut setara US$3,21 miliar atau sekitar Rp50 triliun.
Santiment menilai pola ini sebagai sinyal penting dari sisi perilaku pasar. Akumulasi terjadi bukan saat harga menguat, melainkan ketika tekanan masih terasa dan sentimen pasar cenderung rapuh.
Retail Justru Melepas Bitcoin
Di saat smart money masuk, investor ritel menunjukkan arah sebaliknya. Wallet kecil dengan kepemilikan di bawah 0,01 BTC tercatat melepas sekitar 132 BTC dalam periode yang sama.
Nilainya memang jauh lebih kecil dibanding akumulasi whale, namun pergerakan ini mencerminkan perbedaan sikap yang kontras antara pelaku pasar besar dan kecil.
Santiment menyebut kondisi seperti ini kerap muncul dalam fase pasar tertentu, ketika pelaku besar mulai membangun posisi jangka menengah hingga panjang, sementara investor ritel cenderung bereaksi terhadap volatilitas jangka pendek.
Tekanan Geopolitik Masih Membayangi
Sejak awal tahun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana tarif terhadap sejumlah negara Eropa kembali memicu gejolak. Isu tersebut sempat mendorong Bitcoin turun hampir 7% dalam satu hari.
Meski demikian, Santiment menilai pola akumulasi whale di tengah tekanan seperti ini sering kali menciptakan apa yang mereka sebut sebagai divergensi bullish jangka panjang, meskipun pergerakan harga dalam waktu dekat masih bisa berfluktuasi.
Sentimen Pasar Masih Hati-Hati
Indikator sentimen menunjukkan pasar kripto belum sepenuhnya pulih. Crypto Fear and Greed Index berada di level 32, yang menandakan fase “fear”.
Sementara itu, Altcoin Season Index mencatat skor 29 dari 100, mengindikasikan perhatian pasar masih terfokus pada Bitcoin dibanding altcoin.
Di sisi lain, aktivitas diskusi Bitcoin di media sosial justru meningkat. Santiment mencatat perbandingan Bitcoin dengan aset lindung nilai seperti emas dan perak semakin sering muncul, seiring meningkatnya ketidakpastian global.