Grayscale mengajukan permohonan ke SEC untuk mengkonversi Grayscale NEAR Trust menjadi exchange-traded fund (ETF).
NEAR Protocol bukanlah kripto top 25 berdasarkan kapitalisasi pasar. Produk ini direncanakan akan melantai di NYSE Arca, menunggu persetujuan regulator.
Langkah ini diambil di tengah tekanan pasar kripto yang masih terasa, termasuk arus keluar besar dari ETF Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat.
Grayscale Dorong NEAR Trust Jadi ETF
Grayscale mengajukan prospektus awal untuk mengubah NEAR Trust menjadi ETF. Saat ini, produk tersebut diperdagangkan di pasar OTC dengan ticker GSNR dan memberikan eksposur tidak langsung ke token NEAR.
Sejak mulai diperdagangkan pada September, aset kelolaan NEAR Trust tercatat sekitar $900.000. Namun, nilai aktiva bersihnya turun sekitar 45% sejak peluncuran, mencerminkan lemahnya pasar altcoin.
NEAR Protocol sendiri dikenal sebagai blockchain berorientasi performa dan aplikasi berbasis AI. Harga tokennya kini berada di sekitar $1,54, turun lebih dari 90% dari puncak 2022 yang sempat melampaui $20.
Strategi Lama Grayscale, Waktu yang Berbeda
Pengajuan ini mengikuti pola lama Grayscale: meluncurkan produk sebagai trust, memperdagangkannya di OTC, lalu mengajukan konversi menjadi ETF.
Strategi serupa sebelumnya berhasil diterapkan pada Digital Large Cap Fund, Chainlink Trust, dan XRP Trust.
Terbaru, Grayscale juga membentuk trust baru di Delaware untuk aset lain, menunjukkan bahwa perusahaan masih agresif memperluas lini produk ETF kripto, meski kondisi pasar belum sepenuhnya pulih.
ETF Bitcoin dan Ethereum Alami Tekanan
Pengajuan ETF NEAR terjadi saat ETF spot Bitcoin dan Ethereum di AS mencatat arus keluar gabungan $713 juta dalam satu hari, menurut data SoSoValue. Tekanan terbesar datang dari ETF Bitcoin, dengan total outflow $483,4 juta.
ETF Ethereum juga berbalik arah setelah lima hari inflow, mencatat arus keluar $230 juta. Kondisi ini bertepatan dengan pelemahan pasar kripto secara umum, seiring meningkatnya ketidakpastian makro dan geopolitik.