Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

ETF Spot Kripto Menghindari Risiko karena BTC, ETH, dan XRP Mengalami Penurunan Sementara SOL Mengalami Kenaikan

Posted on January 23, 2026

Sebagian besar ETF spot AS mencatat arus keluar bersih karena investor mengurangi eksposur selama fase penghindaran risiko yang lebih luas. Dana sebesar $480 juta keluar dari reksa dana dalam satu hari karena ketidakpastian makro dan risiko geopolitik melemahkan momentum.

Arus keluar bersih ETF Bitcoin spot AS mencapai $479,61 juta pada 20 Januari, menurut data yang dibagikan oleh TraderT. Penarikan dana terjadi di sebagian besar produk yang terdaftar, memperkuat pandangan bahwa investor mengambil sikap defensif.

GBTC milik Grayscale mencatat arus keluar harian terbesar sebesar $160,84 juta. FBTC milik Fidelity menyusul dengan $152,13 juta dalam penarikan bersih, menandakan tekanan pada instrumen investasi yang diunggulkan oleh institusi.

IBIT milik BlackRock mencatatkan arus keluar sebesar $56,87 juta, yang mengkonfirmasi aktivitas penjualan di antara alokasi inti. Penarikan dana tambahan muncul di BITB, ARKB, EZBC, dan HODL, sementara beberapa dana yang lebih kecil menunjukkan arus yang stagnan.

Komentar pasar yang beredar di media sosial mengaitkan aktivitas tersebut dengan Bitcoin yang menembus di bawah level support teknis kunci. Unggahan tersebut menyebutkan aksi jual disebabkan oleh aksi ambil untung serentak karena pasar global beralih ke sikap hati-hati.

Sentimen penghindaran risiko meluas hingga di luar produk yang berfokus pada Bitcoin. ETF spot Ethereum mencatat arus keluar bersih sebesar $229,95 juta selama sesi perdagangan yang sama.

ETF XRP spot juga mencerminkan sentimen yang lebih lemah, mencatat arus keluar bersih sebesar $53,32 juta, berdasarkan angka yang dikutip oleh SoSoValue. GXRP milik Grayscale mengalami arus keluar harian sebesar $55,39 juta, sementara XRPZ milik Franklin mencatat arus masuk yang moderat.

Terlepas dari beragamnya aliran XRP, data gabungan menunjukkan kehati-hatian selektif. Para pelaku pasar tampak enggan untuk memperluas eksposur terhadap aset yang menghadapi ketidakpastian terkait regulasi atau adopsi.

Pergerakan harga mencerminkan perilaku ETF sepanjang 21 Januari. Terlepas dari penurunan tersebut, Bitcoin tetap relatif tangguh dibandingkan dengan Ethereum dan aset beta lainnya yang mencatat kerugian intraday yang lebih dalam.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bitmine Kuasai 4,2 Juta Ethereum, Total Aset Kripto Capai USD 14,5 Miliar
  • Harga Solana Bertahan di Atas $120 Meski 98.000 SOL Dijual
  • OJK Selidiki Dugaan Penipuan Kripto oleh Timothy Ronald
  • Harga Pi Network Naik Tipis 0,73% Usai Voting Governance
  • Harga Emas Antam Pecahkan Rekor, Tembus Rp 2,88 Juta per Gram

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme