Pembahasan RUU kripto Amerika Serikat berpotensi tertunda beberapa pekan setelah Senat mengalihkan fokus ke isu harga rumah dan biaya hidup.
Perubahan prioritas ini muncul di tengah dorongan politik menjelang pemilu paruh waktu AS yang akan digelar November mendatang.
Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Cointelegraph, Senate Banking Committee kini lebih memprioritaskan implementasi agenda keterjangkauan biaya hidup Presiden Donald Trump, sehingga pembahasan regulasi kripto diperkirakan baru berlanjut pada akhir Februari atau Maret 2026.
Fokus Senat Beralih ke Agenda Affordability
Perubahan arah ini dipicu oleh perintah eksekutif Trump yang ditandatangani awal pekan ini. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah AS melarang institusi keuangan besar dan investor Wall Street membeli rumah tinggal keluarga (single-family homes).
Langkah ini dinilai sebagai upaya menekan lonjakan harga properti yang selama beberapa tahun terakhir menjadi beban masyarakat.
Di mata Senat, isu keterjangkauan hunian dianggap lebih mendesak dibanding mendorong regulasi kripto dalam waktu dekat.
Akibatnya, pembahasan RUU struktur pasar kripto yang seharusnya menentukan pembagian kewenangan antara US Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) harus kembali menunggu.