Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Koreksi Bitcoin Lebih Mirip 2019, Bukan Bear Market 2018 atau 2022

Posted on January 24, 2026

Jakarta – Seorang analis mata uang kripto yang dikenal dengan akun ‘Crypto Nova’ di media sosial X membagikan pandangan terbarunya terkait pergerakan menurun harga Bitcoin (BTC). Menurutnya, jika Bitcoin turun ke kisaran US$ 70.000–74.000, pergerakan tersebut lebih masuk akal dibaca sebagai fase pencarian dasar (bottom), bukan sinyal bahwa harga akan terjun jauh lebih dalam.

Dalam salah satu unggahannya, Nova menyoroti perdebatan yang kerap muncul di kalangan pelaku pasar, khususnya anggapan bahwa tembusnya level US$ 74.000 merupakan konfirmasi bear market.

“Perdebatan yang menyebut tembusnya US$ 74.000 sebagai ‘konfirmasi bear market’ sering kali terlambat, karena konfirmasi itu biasanya muncul ketika Bitcoin sudah turun sekitar US$ 50.000 dari puncaknya,” ungkap Nova.

Level Historis yang Sering Terlewat

Nova menekankan bahwa banyak analis mengabaikan konteks historis. Menurutnya, area US$ 70.000–74.000 pada dasarnya merupakan puncak siklus sebelumnya, yang dalam sejarah pergerakan Bitcoin kerap berfungsi sebagai zona support kuat.

Karena itu, ia memilih untuk memetakan potensi pembalikan tren lebih awal, alih-alih menunggu sinyal konfirmasi di timeframe bulanan yang dinilai datang terlambat.

“Pergerakan harian dan mingguan biasanya sudah memberi petunjuk lebih cepat, jauh sebelum narasi ‘konfirmasi bear market’ ramai dibicarakan,” jelasnya.

Tidak Menyerupai Bear Market 2018 atau 2022

Meski melihat risiko penurunan lanjutan, Crypto Nova menegaskan bahwa ia tidak memandang fase ini akan menyerupai bear market besar seperti 2018 atau 2022. Dalam skenario dasarnya, koreksi saat ini lebih mirip dengan pola tahun 2019, yang relatif lebih ringan dari sisi magnitudo dan lebih singkat dari sisi durasi.

Ia juga mengaitkan pandangannya dengan konsep diminishing corrections, yakni gagasan bahwa penurunan ekstrem 70–80 persen tidak akan terus berulang identik di setiap siklus.

Dalam kerangka ini, Nova menilai kekhawatiran pasar bahwa Bitcoin akan kembali ke area US$ 40.000–50.000 belum tentu terjadi.

Tetap Waspada, Tidak Terburu-buru Entry

Meski demikian, Nova menegaskan bahwa ia tidak mengklaim penurunan ke US$ 70.000 pasti terjadi. Level tersebut ia sebut sebagai skenario target dasar jika tekanan turun berlanjut.

Ia juga mengakui bahwa aksi harga Bitcoin belakangan ini belum cukup meyakinkan untuk mengambil posisi agresif.

“Saya akui saya tidak menyukai pergerakan harga Bitcoin saat ini. Sistem trading yang saya gunakan membuat saya memilih menahan diri dan tidak menambah posisi besar sampai tren turun benar-benar mereda,” pungkas Nova.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bitcoin Kembali Jauh dari US$ 100.000 Setelah Koreksi Akhir Pekan
  • Ini yang Jadi Kekahwatiran Pelaku di Industri Kripto Jika Donald Trump Tak Lagi Menjabat
  • Bitcoin dan Ethereum Disebut ‘Heavy Shorted’, Pasar Waspada Volatilitas
  • Koreksi Bitcoin Lebih Mirip 2019, Bukan Bear Market 2018 atau 2022
  • Ledger Bersiap IPO Saat Perusahaan Kripto Mengincar Pasar Publik

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme