
Harga Bitcoin (BTC) turun ke US$ 87.563,4 (Rp 1,4 miliar) pada Kamis (22/1) akibat tensi geopolitik AS-Eropa terkait Greenland, sebelum rebound tipis ke US$ 89.481,87 (Rp 1,5 miliar) pada Sabtu. Ethereum dan BNB juga melemah masing-masing 10,28% dan 5,28%.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai aksi beli besar (whale) menunjukkan minat akumulasi BTC di bawah US$ 90.000, meski tekanan makro dan aliran dana institusional masih membayangi. Resistensi jangka pendek berada di US$ 92.864, sedangkan hambatan teknikal utama di US$ 105.541.
Di dalam negeri, bursa kripto masih minim kepercayaan. Transaksi domestik turun menjadi Rp 482,23 triliun sepanjang 2025, dengan 72% PAKD merugi. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menekankan pentingnya dukungan pemerintah, efisiensi operasional, perlindungan konsumen, dan penindakan bursa ilegal untuk pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan.