Ethereum tumbuh cepat, jauh lebih cepat dari perkiraan awal para pengembangnya. Jaringan ini tidak hanya menampung transaksi, tetapi juga ribuan aplikasi, kontrak pintar, dan data yang terus menumpuk.
Pertumbuhan ini membawa satu konsekuensi besar yang jarang dibahas di luar kalangan teknis: beban state yang semakin berat.
Dari sinilah pembahasan Stateless Ethereum bermula, bukan sebagai eksperimen akademis, melainkan respons atas masalah nyata yang sudah dirasakan banyak operator node.
Apa yang Dimaksud dengan Stateless Ethereum
Stateless Ethereum adalah pendekatan pengembangan di mana node tidak lagi diwajibkan menyimpan seluruh state jaringan untuk bisa memverifikasi transaksi.
Dalam model Ethereum saat ini, setiap full node menyimpan data saldo akun, storage kontrak, dan berbagai informasi lain yang ukurannya terus membesar.
Stateless Ethereum mengubah asumsi dasar tersebut. Node tetap memverifikasi transaksi, tetapi tidak harus menyimpan semua data state.
Validitas transaksi dibuktikan melalui data kriptografi yang ikut dibawa bersama transaksi, sehingga node bisa tetap independen tanpa menjadi gudang data raksasa.
Masalah Nyata di Balik State Bloat
State bloat bukan isu teoritis. Banyak operator node merasakan langsung dampaknya: sinkronisasi awal bisa memakan waktu sangat lama, kebutuhan storage terus naik, dan biaya operasional semakin tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
Masalahnya bukan sekadar ukuran data, tetapi sifatnya yang hampir permanen. Smart contract yang sudah tidak digunakan tetap meninggalkan jejak state.
Akun yang dibuat sekali akan terus tercatat. Tanpa mekanisme pengurangan yang efektif, state Ethereum hanya bergerak satu arah: bertambah.