Harga XRP kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan awal tahun. Pergerakan terbaru ini memicu kekhawatiran pasar, terutama di kalangan holder, seiring munculnya analisis yang menyebut koreksi belum sepenuhnya selesai.
Pada Rabu (28/1), XRP diperdagangkan di kisaran US$1,89. Secara mingguan, aset ini hanya mencatat kenaikan tipis sekitar 0,81%.
Namun di akhir pekan sebelumnya, harga sempat turun ke area US$1,80, level terendah XRP sepanjang tahun ini. Pelemahan tersebut menghapus seluruh kenaikan sejak Januari 2026 dan membawa XRP ke fase teknikal yang sensitif.
Analis: Pasar Belum Menemukan Titik Terendah
Analis teknikal yang dikenal dengan nama The Great Martis menilai penurunan XRP saat ini belum bisa dianggap sebagai akhir dari koreksi. Menurutnya, pergerakan harga masih berada dalam proses penyesuaian struktur pasar, bukan pembentukan bottom yang solid.
“Jangan panik, ini bisa jadi jauh lebih buruk. Cermati baik-baik, benar-benar cermati. Ini sebuah proses, biarkan prosesnya berjalan,” sebutnya dalam unggahannya di media sosial.
Ia menekankan bahwa tekanan harga seperti ini lazim terjadi setelah fase kenaikan sebelumnya. Koreksi tidak selalu berakhir cepat, melainkan sering berkembang bertahap seiring pasar menghilangkan ekses dan spekulasi berlebih.
Pandangan ini menjadi dasar pesan utama sang analis kepada holder XRP untuk tidak bereaksi secara emosional terhadap pergerakan jangka pendek, sekaligus tidak menganggap kondisi saat ini sudah sepenuhnya aman.
Area US$2 Jadi Titik Penentuan
Salah satu sorotan utama dalam analisis tersebut adalah area harga US$2. Selama beberapa bulan terakhir, level ini kerap berfungsi sebagai zona konsolidasi dan penahan tekanan jual.
Namun, The Great Martis mengingatkan bahwa support yang terlalu sering diuji berpotensi kehilangan kekuatannya.
“Kita lihat saja pergerakannya. Backtest itu hal yang umum, tapi tidak pernah jadi jaminan. Kalau Bitcoin gagal merebut kembali level 88k, situasinya bakal serius dan seluruh sektor juga ikut kena dampaknya,” jelasnya.
Setiap kali harga kembali ke area yang sama, minat beli cenderung melemah, terutama jika sentimen pasar belum membaik. Dalam konteks ini, US$2 dipandang sebagai titik keputusan, bukan jaminan pembalikan arah.
Skenario Penurunan Masih Terbuka
Jika XRP gagal bertahan di atas area US$2, analis tersebut melihat ruang koreksi lanjutan masih terbuka. Salah satu proyeksi ekstrem menempatkan zona US$0,50 sebagai area demand berikutnya, mengacu pada sejarah pergerakan harga sebelum reli besar terakhir.
Penurunan ke level tersebut akan berarti koreksi yang dalam dari puncak XRP di sekitar US$3,66 pada pertengahan 2025. Meski terdengar tajam, skenario ini dinilai sebagai bagian dari struktur pasar yang sedang berkembang, bukan kejadian mendadak tanpa peringatan.
Analis menegaskan, pergerakan semacam ini biasanya berlangsung bertahap, memberi waktu bagi pasar untuk menyesuaikan ekspektasi dan likuiditas.
Pesan Utama untuk Holder XRP
Di tengah tekanan tersebut, pesan analis kepada holder relatif konsisten, hindari kepanikan. Koreksi dianggap sebagai bagian alami dari siklus pasar, dan keputusan berbasis emosi kerap berujung pada hasil yang tidak optimal.
Alih-alih bereaksi cepat, investor disarankan mencermati struktur harga, level kunci, serta konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum mengambil langkah lanjutan.
Pandangan Jangka Panjang Masih Terbagi
Meski tekanan jangka pendek mendominasi, tidak semua analis bersikap pesimistis. Sejumlah pengamat lain, termasuk CryptoBull, menilai pola konsolidasi XRP saat ini memiliki kemiripan dengan fase akumulasi di masa lalu.
Dalam skenario jangka menengah hingga panjang, beberapa analis masih menyebut potensi pemulihan signifikan, dengan target harga yang jauh lebih tinggi jika momentum kembali terbentuk.
Namun, pandangan ini umumnya disertai catatan bahwa prosesnya membutuhkan waktu, disiplin pasar, dan kondisi makro yang mendukung.
Untuk saat ini, XRP berada di persimpangan penting. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di level krusial dan respons pasar terhadap tekanan yang masih berlangsung.