Harga Bitcoin (BTC) hari ini (28/1) melonjak ke atas US$89.000 setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu pelemahan tajam dolar AS.
Pasar merespons cepat sikap Trump yang menyebut dirinya tidak khawatir terhadap penurunan nilai dolar, sinyal yang langsung menekan mata uang tersebut ke level terendah dalam hampir empat tahun.
Melansir dari CoinDesk, Bitcoin sempat menyentuh US$89.300, naik sekitar 2,2% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah Bitcoin bergerak stagnan di bawah US$88.000 hampir sepanjang sesi perdagangan.
Pernyataan Trump Tekan Dolar AS
Komentar Trump disampaikan kepada wartawan menjelang pidatonya di Iowa. Ia menyatakan dolar berada dalam kondisi “baik-baik saja” dan tidak melihat penurunan nilai mata uang AS sebagai sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Pernyataan tersebut justru mempercepat pelemahan dolar. Indeks dolar AS (DXY) turun ke level 95,70, posisi terendah dalam hampir empat tahun terakhir, setelah sebelumnya sudah melemah sepanjang sepekan.
Bagi pasar, sikap ini dipersepsikan sebagai minimnya urgensi pemerintah AS untuk menahan pelemahan dolar dalam waktu dekat.
Bitcoin dan Aset Lindung Nilai Ikut Menguat
Melemahnya dolar mendorong aliran dana ke aset alternatif. Selain Bitcoin, Ethereum (ETH) kembali menguat ke atas US$3.000, naik hampir 3,9% dalam 24 jam.
Sementara itu, emas mencetak rekor baru di atas US$5.200 per ons, menegaskan pola klasik pasar: ketika dolar tertekan, aset lindung nilai cenderung menguat.
Pergerakan ini menempatkan Bitcoin kembali sejajar dengan emas sebagai aset yang diuntungkan saat tekanan makro meningkat.
Di tengah reli ini, sejumlah analis teknikal menilai peluang lanjutan masih terbuka. Layanan riset Bitcoin Vector dari Swissblock, yang dikaitkan dengan analis Willy Woo, mencatat adanya bullish divergence antara harga Bitcoin dan indikator RSI.
“Kami melihat tanda awal dari pembalikan arah yang cukup kuat. Bitcoin berpeluang kembali menuju level US$95.000 dalam waktu dekat,” ujar Bitcoin Vector.
Pola serupa dalam sejarah pergerakan Bitcoin kerap diikuti kenaikan lanjutan di kisaran 10%. Berdasarkan analisis tersebut, target jangka pendek Bitcoin disebut berpotensi mengarah kembali ke area US$95.000, meski volatilitas pasar masih tinggi.