Federal Reserve menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50% – 3,75% dalam rapat Rabu (28/01) waktu Amerika Serikat.
Diberitakan oleh Reuters, The Fed menegaskan sikap wait and see di tengah inflasi yang masih sedikit di atas target dan pasar tenaga kerja yang mulai stabil. Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar.
Powell menilai ekonomi AS masih solid dan risiko inflasi serta pelemahan tenaga kerja telah berkurang, meski belum sepenuhnya hilang.
The Fed menegaskan arah kebijakan ke depan akan sangat bergantung pada data inflasi dan tenaga kerja berikutnya.
Sikap The Fed: Tahan Dulu, Bukan Akhir Siklus
Dalam pernyataan resminya, The Fed tidak memberi sinyal waktu pasti untuk pemangkasan suku bunga berikutnya.
Powell menyebut kebijakan saat ini berada di posisi yang “well-positioned” untuk merespons berbagai skenario ekonomi.
“Kita yakin kebijakan yang kita buat berada di ranah yang tepat,” ungkap Powell pada Reuters.
Inflasi AS masih berada sekitar 1% di atas target 2%, sementara bahasa risiko terhadap pasar tenaga kerja dilunakkan dibanding pernyataan sebelumnya.
Ini memperkuat persepsi bahwa pemangkasan suku bunga tidak mendesak, tetapi tetap terbuka jika inflasi kembali turun atau ekonomi melambat.
Respon Bitcoin Hari Ini: Harga Masih di Bawah $90.000
Harga Bitcoin bergerak melemah terbatas pasca keputusan The Fed dan diperdagangkan di sekitar $88.674, turun sekitar 0,62% dalam 24 jam.
Pasar kripto terlihat belum mendapatkan katalis baru dari kebijakan moneter.
Dengan suku bunga ditahan dan pemangkasan baru diperkirakan paling cepat Juni, arus likuiditas ke aset berisiko seperti kripto cenderung tertahan.
Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi, bukan pembalikan tren, sambil menunggu kepastian arah kebijakan selanjutnya.
Emas dan Perak Tetap Jadi Pelarian
Berbeda dengan Bitcoin, emas dan perak justru mencetak penguatan lanjutan. Harga emas naik ke sekitar $5.504 per troy ounce, sementara perak melonjak ke kisaran $118 per troy ounce.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global serta ekspektasi bahwa suku bunga tinggi tidak akan bertahan selamanya.
Pasar tampaknya masih memosisikan logam mulia sebagai proteksi utama dalam jangka menengah.