Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Michael Saylor Ungkap Ancaman Paling Berbahaya bagi Bitcoin (BTC) Saat Ini

Posted on January 30, 2026

Pendiri Strategy, Michael Saylor, menilai ancaman terbesar Bitcoin (BTC) saat ini tidak datang dari tekanan eksternal seperti regulasi atau pergerakan harga, melainkan dari dorongan internal untuk mengubah protokol inti jaringan. 

Pernyataan ini disampaikan pendiri Strategy tersebut dalam diskusi publik yang langsung memicu perdebatan di komunitas Bitcoin.

Menurut Saylor, perubahan besar pada protokol Bitcoin seharusnya bersifat langka dan dipertimbangkan secara matang. 

Ia menilai ada pihak-pihak ambisius yang mendorong perubahan demi kepentingan tertentu, tanpa memperhitungkan risiko jangka panjang terhadap stabilitas jaringan.

Protokol Bitcoin Jadi Titik Panas Perdebatan

Komentar Saylor langsung ditafsirkan sebagai kritik terhadap kelompok pengembang yang mendorong penggunaan Bitcoin di luar fungsi utamanya sebagai sistem moneter. 

Sejumlah tokoh Bitcoin maksimalis menilai dorongan fitur seperti NFT, penyimpanan data non-keuangan, hingga eksperimen on chain berpotensi membebani jaringan.

Justin Bechler, salah satu tokoh Bitcoin maksimalis, menyebut pernyataan Saylor menyasar pengembang yang ingin membawa use case non-monetary ke Bitcoin. Menurut kelompok ini, Bitcoin seharusnya tetap sederhana, stabil, dan tahan terhadap perubahan agresif.

“Yang dimaksud Saylor adalah jaringan pendanaan pengembang inti Bitcoin, seperti Brink, Spiral, HRF, Chaincode Labs, dan OpenSats, serta para developer yang didanai untuk mendorong penggunaan Bitcoin di luar fungsi moneter,” jelas Bachler dikutip dari Cointelegraph.

Isu ini kembali mencuat seiring pembahasan proposal seperti Bitcoin Improvement Proposal 110 (BIP-110), yang bertujuan membatasi penyimpanan data non-keuangan di blockchain Bitcoin. 

Bagi sebagian komunitas, proposal tersebut dianggap sebagai upaya menjaga efisiensi jaringan. Namun bagi pihak lain, langkah itu dinilai membatasi inovasi.

Respons Keras dari Kubu Pro-Evolusi

Tidak semua pihak sepakat dengan pandangan Saylor. CEO penyedia node RPC Helius, Mert Mumtaz, secara terbuka mengkritik pendekatan yang terlalu defensif terhadap perubahan protokol. 

Ia menilai semua perangkat lunak, termasuk Bitcoin, memiliki celah yang perlu diperbaiki seiring waktu.

“Pola pikir seperti ini sangat berbahaya. Menyebut pihak yang ingin mengembangkan teknologi sebagai ancaman terbesar adalah pendekatan yang keliru. Bitcoin bukan sistem yang sempurna dan, seperti perangkat lunak lain, masih memiliki berbagai bug yang seharusnya diperbaiki,” ujar Mumtaz.

Mumtaz menekankan bahwa menolak perubahan sama saja membiarkan potensi masalah tetap ada. 

Pandangan ini mencerminkan kubu pengembang yang mendorong evolusi Bitcoin agar tetap relevan menghadapi tantangan teknologi ke depan.

Quantum Computing Kembali Masuk Radar

Di tengah perdebatan protokol, isu quantum computing kembali mencuat sebagai potensi ancaman jangka panjang.

Investor Fred Krueger menyebut komputasi kuantum sebagai risiko terbesar Bitcoin, berbeda dengan pandangan Saylor yang lebih fokus pada ancaman internal.

Nic Carter dari Castle Island Ventures juga pernah menyoroti perlunya Bitcoin bersiap menuju standar pasca-kuantum. 

Namun pandangan ini ditanggapi skeptis oleh Adam Back, CEO Blockstream, yang menyebut riset terkait ancaman kuantum sudah berjalan tanpa perlu kepanikan publik.

Pasar Tetap Tenang di Tengah Debat

Meski perdebatan berlangsung panas di komunitas, analis pasar mencatat isu ini belum berdampak langsung ke harga Bitcoin. 

James Check, analis pasar kripto, menilai tekanan harga belakangan lebih dipicu oleh aksi distribusi pemegang jangka panjang, bukan kekhawatiran terhadap protokol atau ancaman kuantum.

Kondisi ini menunjukkan bahwa diskusi seputar masa depan Bitcoin masih berada di ranah ideologis dan teknis, sementara pasar cenderung menunggu sinyal yang lebih konkret.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Worldcoin (WLD) Rally 27% Setelah Kabar Proyek Anti-Bot Sam Altman
  • 2 Privacy Coin yang Sedang Jadi Fokus Para Whale Jelang Februari 2026
  • Beda dari Layer 2 Lain, Katana Putar Dana Bridge Jadi Yield
  • 3 Komunitas Kripto Indonesia Buat Nambah Wawasan, Isinya Daging Semua!
  • 3 Isu Besar yang Harus Diperhatikan Pemilik XRP Menurut Analis

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme