
Kesalahan sederhana saat bertransaksi kripto berujung kerugian besar. Sepanjang Januari, dua insiden membuat pengguna kehilangan total USD 62 juta akibat salah menyalin alamat wallet dan serangan phishing.
Menurut laporan Scam Sniffer, satu korban kehilangan USD 12,25 juta karena salah copy alamat wallet. Kasus serupa sebelumnya bahkan menelan USD 50 juta. Karena transaksi blockchain tak bisa dibatalkan, kesalahan kecil berdampak fatal.
Selain itu, serangan signature phishing melonjak tajam. Dana yang dicuri mencapai USD 6,27 juta dari 4.741 wallet, naik 207% dibanding Desember. Mayoritas kerugian berasal dari modus address poisoning dan izin berbahaya (permit/increaseAllowance), dengan dua wallet penyerang menyumbang 65% total dana curian.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pengguna kripto untuk lebih teliti saat bertransaksi dan menandatangani izin digital.