Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Emas vs Bitcoin: Pola Historis Tunjukkan Potensi Perpindahan Modal ke Aset Crypto

Posted on February 11, 2026

Jakarta, Pintu News – Bitcoin BTC sempat diperdagangkan di kisaran $75.000, mengurangi kerugian mingguan menjadi lebih dari 14%. Para analis menilai tren makroekonomi dan pergeseran aliran modal, seiring dengan turunnya harga emas dari rekor tertinggi minggu sebelumnya.

Setelah sebelumnya turun dari level tertinggi mendekati $88.000, Bitcoin kini menguji level $75.000 sebagai zona support penting di tengah meningkatnya volatilitas di pasar global, termasuk komoditas, saham, dan aset digital.

Tom Lee: Titik Terendah Bitcoin Sudah Tercapai, “Peluang Beli yang Fantastis”
Pada hari Senin (2/2), Tom Lee dari Fundstrat mengatakan kepada CNBC bahwa Bitcoin kemungkinan sudah mendekati titik terendahnya. Ia menyebut bahwa fundamental yang semakin menguat bisa memicu pemulihan harga. Timnya sebelumnya memproyeksikan harga Bitcoin mencapai $77.000 dan Ethereum $2.400 pada November 2025.

Dengan level tersebut kini mulai terealisasi selama akhir pekan, Lee menyatakan bahwa tekanan jual mungkin mulai mereda dan pemulihan bisa segera terjadi. Ia menyebut harga saat ini sebagai “peluang beli yang fantastis.”

Pada Agustus 2020, harga emas sempat mencapai puncaknya di sekitar $2.075 sebelum turun sekitar 9–10% dalam beberapa minggu berikutnya. Saat itu, Bitcoin sempat ikut turun, namun kemudian berbalik naik. Dari September 2020 hingga April 2021, harga Bitcoin melonjak lebih dari 500%, sementara emas menunjukkan kinerja yang lebih lemah.

Bull Theory mencatat bahwa saat ini emas kembali mengungguli Bitcoin secara relatif. Emas telah naik lebih dari 20% sejak awal tahun, sementara Bitcoin tertinggal setelah mengalami koreksi. Menurutnya, periode seperti ini secara historis sering diikuti oleh rotasi modal ke aset berisiko lebih tinggi, meskipun waktu pastinya sulit diprediksi.

Ia juga mengacu pada data makroekonomi, seperti ISM Manufacturing Index, yang baru-baru ini berada di atas angka 50 — sebuah sinyal ekspansi ekonomi. Kondisi ini sebelumnya sering sejalan dengan kinerja yang kuat dari aset berisiko seperti Bitcoin.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • OJK Bongkar Akar Masalah Goreng Saham, Fokus pada Penyimpangan IPO
  • Goldman Sachs Borong XRP Rp 2,5 Triliun, Pangkas Investasi Bitcoin
  • 2 Saham RI Didepak MSCI, OJK Pastikan IHSG Aman
  • Harga Pi Network Turun ke $0,138, Sentimen Pasar Extreme Fear
  • BNB Chain Luncurkan “Paspor AI” untuk Agen Otonom lewat ERC-8004

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme