
Harga Bitcoin (BTC) sempat melemah pada Kamis (12/2/2026) seiring kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve setelah rilis data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan. Meski demikian, BTC berbalik menguat tipis 0,14% dalam 24 jam terakhir ke level USD 67.168 atau sekitar Rp 1,12 miliar. Secara mingguan, Bitcoin masih turun 4,94%.
Ethereum (ETH) naik 0,90% dalam 24 jam terakhir ke USD 1.968, namun masih terkoreksi 5,6% dalam sepekan. Kapitalisasi pasar kripto global meningkat 0,65% menjadi USD 2,29 triliun.
Analis Ajaib, Panji Yudha, menilai tekanan pasar dipicu data ketenagakerjaan AS yang solid. Nonfarm Payrolls Januari tercatat 130.000, jauh di atas ekspektasi, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,3%. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat akan sulit terealisasi.