
Induk usaha Google, Alphabet, menerbitkan obligasi korporasi langka dengan jatuh tempo 100 tahun pada 11 Februari 2026. Meskipun memiliki kas besar sekitar USD 126 miliar (Rp 2.118 triliun), Alphabet berencana menggandakan belanja kecerdasan buatan (AI) tahun ini menjadi USD 185 miliar (Rp 3.110 triliun).
Obligasi “abad” ini jarang diterbitkan karena investor biasa kemungkinan tidak akan hidup hingga saat jatuh tempo. Namun, instrumen ini menarik bagi lembaga jangka panjang seperti dana abadi universitas atau pemerintah.
Langkah ini menunjukkan strategi Alphabet: memanfaatkan pasar utang untuk mendanai ambisi AI meski arus kas perusahaan sudah jumbo, dengan kapitalisasi pasar mendekati USD 4 triliun dan arus kas bebas tahunan lebih dari USD 73 miliar.